Akurat

Indonesia Pernah Tolak Mirage 2000-5 Gratis

Roni Anggara | 13 Februari 2024, 16:38 WIB
Indonesia Pernah Tolak Mirage 2000-5 Gratis

AKURAT.CO Indonesia disebut pernah menolak pesawat Mirage 2000-5 secara gratis pada 2005. Selang belasan tahun kemudian, Kemhan malah mengupayakan membeli pesawat yang pernah ditolak India dengan alasan teknis.

Peneliti Imparsial, Hussein Ahmad membeberkan, pesawat Mirage 2000-5 bekas AU Qatar merupakan produksi tahun 1996-1997. Sebelum ditawarkan ke Indonesia secara gratis, India terlebih dulu menolak pada 2003.

"2005 ditawarkan ke Indonesia secara gratis, dan pada saat itu Indonesia secara resmi menolak," kata Hussein, di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (13/2/2024).

Baca Juga: Geruduk KPK, Koalisi Masyarakat Sipil Laporkan Pembelian Pesawat Mirage

Hussein bersama aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Keamanan, resmi melaporkan pembelian pesawat Mirage 2000-5 ke KPK. Mereka menengarai adanya indikasi korupsi dari pembelian pesawat yang telah dinyatakan batal oleh Kemhan.

Menurut Hussein, menjadi aneh kalau Indonesia yang sempat menolak secara gratis, malah mengajukan pembelian, hanya dengan rentang waktu belasan tahun. Terlebih dengan harga yang fantastis.

"Kok bisa sesuatu yang sebelumnya ditawarkan gratis itu kemudian ditawarkan kembali dengan harga yang fantastis," keluhnya.

Baca Juga: Eks Mendag Bela Prabowo Soal Isu Suap Pesawat Mirage 2000-5: Barang Belum Ada dan Deal Ditiadakan, Kok Dikatakan Korupsi?

Dia meyakini banyak opsi untuk Indonesia membeli pesawat produksi 1990-an yang memiliki spesifikasi bersaing. Produk tersebut bisa didapat dari Rusia maupun China.

Koalisi menganggap, upaya pembelian tak lepas dari permainan broker yang dekat dengan Menhan Prabowo Subianto. Selain perorangan, terdapat pula broker perusahaan swasta yang berbasisi di Ceko dan dikenal spesialis menjual senjata-senjata bekas Soviet.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.