Akurat Logo

Human Rights Watch Kirim Kuisoner Masalah HAM untuk Capres-Cawapres

Dwana Muhfaqdilla | 9 Februari 2024, 22:07 WIB
Human Rights Watch Kirim Kuisoner Masalah HAM untuk Capres-Cawapres

AKURAT.CO Human Rights Watch (HRW) telah mengirimkan kuesioner mengenai masalah HAM kepada ketiga capres-cawapres.

Peneliti HRW, Andreas Harsono, mengatakan, paslon nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan paslon nomor urut 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD memberikan jawaban yang detail.

“Jawaban mereka sangat detail ya. Tim Anies (dan Muhaimin) itu memberikan jawaban kalau nggak salah 18 halaman untuk 16 pertanyaan, Tim Ganjar-Mahfud itu 16 halaman, tidak berbeda jauh ya,” katanya di Utan Kayu, Jakarta Timur, Jumat (9/2/2024).

Sementara itu, Andreas mengaku tak mau menilai apa yang dijawab oleh Paslon 01 dan Paslon 03. “Karena itu biar hak pemilih untuk menilai masing-masing,” tuturnya.

Baca Juga: Mengapa Kita Harus Menghemat Energi?

Kemudian, terkait Paslon 02 yang tidak menjawab, ia mengatakan itu sama halnya dengan tidak memberikan kesempatan kepada para pemilih untuk menilai dengan detail apa yang akan mereka lakukan.

“Bisa jadi mereka berjanji tapi tidak lakukan, tapi minimal janji ini sudah diberikan. Terhadap orang Madura misalnya, apa yang hendak mereka lakukan, soal Rohingya misalnya,” ungkapnya.

Kemudian, ia menyoroti visi-misi dari paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang paling pendek di antara yang lain.

“Saya lupa 3 atau 4 halaman, yang lain (Paslon 01 dan 03) di atas 100 halaman,” jelasnya.

Baca Juga: Ganjar Pertanyakan Rasa Malu Politisi yang Dulu Anti Kini Cinta

Diketahui, selain persoalan HAM di dalam negeri, pada kuesionernya HRW juga membahas mengenai persoalan HAM di tempat lain.

“Kami juga bertanya soal berbagai macam persoalan di Asia Tenggara dan di Pasifik tapi khusus paslon dua tidak menjawab, yang dua lainnya menjawab,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.