Ganjar Pertanyakan Rasa Malu Politisi yang Dulu Anti Kini Cinta

AKURAT.CO Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mempertanyakan mengapa ada politisi yang dulu bersikap anti kepada seseorang, kini malah cinta dan nempel seperti prangko. Ganjar menilai politisi-politisi tersebut sudah tak lagi memiliki urat malu.
Pernyatan Ganjar ini ditujukan terhadap koleganya sendiri, yang kini menyeberang mendukung kompetitornya. Dia bahkan menganggap mereka yang lompat pagar merupakan sahabat.
"Di atas segala aturan itu ada etika dan etika itu ada rasa malu," kata Ganjar, di Jakarta, Jumat (9/2/2024).
Baca Juga: Dongkrak Suara di Jabar, Ganjar-Mahfud Berharap Bogor
Menurutnya, ketiadaan rasa malu menandakan tak adanya batasan etika dan moral politisi. Seolah dengan melengang begitu saja, tak banyak pihak yang mengeritisi sikap para koleganya itu.
"Apalagi kemudian yang mau kita cita-citakan dari republik ini kalau kita tidak punya barrier, kita tidak punya moral, kita tidak punya etika," keluhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








