Pemuda, Artis dan Pandawa 5 Laporkan Anies ke Bareskrim Soal Data Anggaran Kemhan

AKURAT.CO Pernyataan capres nomor urut 1, Anies Baswedan, tentang anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rp700 triliun untuk beli alutista bekas dalam debat ketiga Pilpres 2024 pada Minggu (7/1/2024) berbuntut panjang.
Sejumlah orang dari organisasi kepemudaan (OKP), artis ibu kota dan unsur relawan pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendatangi Bareskrim Polri pada Selasa (9/1/2023) untuk melaporkan Anies yang diduga melanggar Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang ITE.
Pasalnya, pernyataan Anies dalam debat capres terkait anggaran Kemhan Rp700 triliun dan lebih dari setengah prajurit TNI tidak memiliki rumah dianggap berbohong.
Unsur-unsur pemuda dan relawan pendukung Prabowo-Gibran antara lain Forum Komunikasi Santri Indonesia (Foksi) dan Relawan Pandawa 5 pimpinan M. Ryano Panjaitan. Kemudian ada juga perwakilan artis ibu kota dan sejumlah tokoh pemuda seperti Arief Rasidi, Achmad Suhawi, Diko Nugraha, Ilham A. Rasul, Dedi Jaya Saputra serta Adhery Z. Sitompul sebagai penasihat hukum.
Baca Juga: Bakal Cuti, Khofifah Mulai Kampanyekan Prabowo-Gibran Per 21 Januari
"Kedatangan kami ke Bareskrim dalam rangka melaporkan capres Anies Baswedan yang diduga menyebarkan berita bohong yang disampaikan ke publik dalam debat capres ketiga pekan lalu. Anies diduga melanggar Pasal 45 Ayat 1 UU ITE tentang berita bohong terkait pernyataannya soal anggaran Kemenhan Rp700 triliun, padahal faktanya tak sampai Rp700 triliun anggaran Kemenhan selama lima tahun dan sebagian besar untuk belanja keperluan prajurit TNI bukan hanya untuk beli alutista bekas," jelas Juru Bicara Relawan Pandawa 5, Muhammad Natsir Sihab, dalam keterangannya, Kamis (11/1/2024).
Menurut Natsir yang juga Ketua Umum Foksi, pihaknya melaporkan hal ini sebagai pembelajaran bahwa tidak boleh menyampaikan berita dan data serampangan di depan publik luas. Apalagi disampaikan oleh orang selevel Anies Baswedan yang merupakan calon presiden.
"Data yang bohong disampaikan Anies untuk mendiskreditkan Prabowo bahkan telah diklarifikasi oleh Timnas Amin yang meminta maaf atas kesalahan data, namun terlambat karena hal ini telah dikonsumsi publik dan memecah belah masyarakat akibat data yang fiktif ini," jelasnya.
Selain itu, tambah Natsir, pihaknya juga melaporkan Anies terkait dugaan berupaya membocorkan rahasia negara yang sensitif yang disalahgunakan hanya untuk kepentingan politik konstestasi. Sebagai upaya mendiskreditkan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan sekaligus calon presiden.
Baca Juga: TKN: Dukungan Khofifah Mempercepat Kemenangan Prabowo Gibran Sekali Putaran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








