Akurat

Terdakwa Anang Latif Tahu Sosok Kuat Di Belakang Edward Hutahaean

Oktaviani | 19 Oktober 2023, 15:52 WIB
Terdakwa Anang Latif Tahu Sosok Kuat Di Belakang Edward Hutahaean

 

AKURAT.CO Terdakwa kasus korupsi pembangunan infrastruktur BTS Kominfo, Anang Achmad Latif, mengaku mulai adanya ancaman terhadap Bakti dan Kominfo pada bulan Mei 2022, pasca-ramainya pemberitaan di media.

Setelah ramai pemberitaan terkait hal tersebut, banyak pihak yang ingin bertemu dengan Anang, termasuk Naek Parulian Washington Hutahaean atau akrab disapa Edward Hutahaean, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi dan penyuapan.

"Mulai ada tekanan itu ketika muncul pemberitaan sekitar Mei atau Juni 2022, dan akhirnya banyak orang minta ketemu saya, dan menawarkan jasa bisa bantu penanganan kasus," ujar Anang Latif dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (19/10/2023).

Baca Juga: Kejagung Pastikan Telusuri Pejabat Kejaksaan Yang Nikmati Uang Edward Hutahaean

Namun Anang tidak mau ambil pusing. Dirinya mengaku lebih memilih untuk fokus menyelesaikan pekerjaan BTS 4G Bakti Kominfo.

Akan tetapi, pada Juni 2022, atau setelah ramai pemberitaan, Anang akhirnya bersedia menemui Edward Hutahaean. Pertemuan perdana keduanya terjadi di kawasan Pondok Indah, Jakarta.

"Pernah dia minta uang ke bapak terkait BTS?" ujar kuasa hukum Anang Latif, Aldres Napitupulu, dalam sidang beragendakan pemeriksaan saksi dan terdakwa.

"Saya sampaikan pada penyidikan minggu lalu. Pada Juni pasca-pemberitaan, Edward minta bertemu dan bertemu di restoran di Pondok Indah," ujar Anang.

Baca Juga: Edward Hutahaean Jadi Tersangka Baru Di Kasus BTS Kominfo

Dalam pertemuan itu, menurut Anang, Edward meminta agar dirinya menyiapkan uang USD8 juta atau setara dengan Rp120 miliar untuk mengamankan perkara BTS Kominfo di Kejaksaan Agung.

"Bro kalau mau beres siapkan uang USD8 juta," ujar Anang menirukan permintaan Edward.

"Saya coba hitung cepat angkanya sampai Rp120 miliar, saya akhirnya bilang uang dari mana. saya pikir mendingan saya dipenjara," kata Anang melanjutkan.

Kemudian, lanjutnya, Edward meminta agar dirinya menyiapkan USD2 juta sebagai tanda jadi atau DP, untuk tiga hari ke depan pasca-pertemuan keduanya di Pondok Indah.

Setelah Edward mendengar penjelasan Anang yang mengaku tidak memiliki uang sebanyak permintaan Edward, dirinya disarankan untuk meminta kepada Galumbang Menak Simanjuntak.

Saran Edward agar dirinya meminta kepada Galumbang, lantaran Galumbang pernah diberikan proyek Palapa Ring.

Anang kemudian menyarankan Edward untuk langsung menghubungi Galumbang. Dia pun memberikan nomor kontak Galumbang kepada Edward.

"Saya berikan kontak Pak Galumbang ke Edward," ujar Anang.

Anang mengaku sudah menghubungi Galumbang terkait pertemuan dirinya dengan Edward. Hal itu dilakukan agar Galumbang tidak terkejut ketika Edward menghubunginya.

"Edward minta uang dan suruh bapak minta ke Galumbang? Bapak sampaikan ke Galumbang?" tanya kuasa hukum Anang Latif.

"Iya saya sampaikan," kata Anang.

Setelah itu mereka bertiga melakukan pertemuan di sebuah resto, di Golf Pondok Indah. Namun, kata Anang, dirinya tidak mengetahui siapa yang menginisiasi pertemuan mereka.

Dalam pertemuan itu, cerita Anang, Edward telah sampai lebih awal. Dirinya pun sempat berbincang-bincang dengan Edward.

Tidak lama kemudian Galumbang datang dan langsung menyampaikan kepada Edward kalau dirinya tidak bisa membantu untuk mendapatkan proyek di Kominfo.

"Pak Galumbang datang terakhir langsung sampaikan tidak bisa bantu pada Edward, terkait proyek di Kominfo," kata Anang.

Kemudian, layaknya seorang Bos besar, Edward memerintahkan Anang dan Galumbang untuk mengatur pertemuan dirinya dengan Menteri Kominfo saat itu Johnny G Plate.

Namun bermain Golf dengan Plate itu tak juga bisa disanggupi oleh Anang dan Galumbang. Alasannya, Johnny G Plate sangat selektif untuk bermain atau bertemu dengan orang.

Baca Juga: Lagi, Penyidik Pidsus Periksa Edward Hutahaean Terkait Skandal BTS 4G Kominfo

"Edward sampaikan tolong atur Golf dengan Pak Johnny Plate. Waduh, saya tidak bisa atur. Pak Johnny sangat selektif," kata Anang.

Kesal lantaran keinginannya tidak dapat terwujud, Edward pun mengancam bakal membuldoser Kominfo.

"Edward sapai ancam? Dia bilang enggak dia siapa?" tanya kuasa hukum Anang.

"Ya dia bilang dia siapa, koneksinya di mana-mana, network-nya yang kuat," ujar Anang.

Namun sayang, Anang tidak mau terbuka soal siapa orang kuat di belakang Edward.

"Siapa yang dia sebut?" tanya kuasa hukum.

"Saya tidak bisa ungkapkan di sini," ujar Anang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
W
Editor
Wahyu SK