Geledah Dua Kantor BRI, KPK Sita Dokumen dan Barbuk Elektronik Terkait Kasus Korupsi EDC

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan barang bukti terkait masus dugaan rasuah pengadaan electronic data capture (EDC) milik Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Barang bukti elektronik dan dokumen diamankan KPK, saat tim penyidik melakukan penggeledahan di dua lokasi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek EDC BRI senilai Rp2,1 triliun.
"Dalam kegiatan penggeledahan yang telah KPK lakukan pada pekan kemarin, KPK telah mengamankan beberapa dokumen terkait dengan pengadaan, kemudian ada tabungan juga, ada beberapa bukti elektronik yang tentu semuanya akan didalami oleh penyidik," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Senin (30/6/2025).
Baca Juga: Bobby Nasution Berpeluang Diperiksa KPK Terkait Suap Proyek Jalan di Sumut
Dalam penggeledahan yang dilakukan di dua kantor pusat BRI, Budi mengatakan penyidik juga mengamankan sejumlah catatan keuangan yang akan dianalisis lebih lanjut.
"Di situ ada beberapa catatan keuangan yang nanti juga akan didalami oleh penyidik untuk melihat tentu, ke mana saja aliran hasil dugaan tindak pidana korupsi tersebut, juga bagaimana peran-peran dari para pihak dalam keterlibatan di pengadaan EDC tersebut," kata dia.
Dalam perkara ini, seluruh informasi dan keterangan yang telah diperoleh, baik dari tahap penyelidikan maupun pada tahap penyidikan, semua akan dilengkapi dan tentu KPK nanti akan menyampaikan pihak-pihak siapa saja yang bertanggung jawab dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pengadaan mesin EDC di BRI ini.
Baca Juga: Tiga dari Enam Orang yang Terjaring OTT Mandailing Natal Tiba di Gedung KPK
"Nanti kami sampaikan secara utuh konstruksi perkaranya seperti apa, termasuk dugaan kerugian negaranya berapa," kata dia.
Sebelumnya, KPK menyatakan telah melakukan penggeledahan dalam pengusutan kasus tersebut. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyebut penggeledahan itu juga berkaitan dengan pemeriksaan terhadap Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto.
Dia menambahkan bahwa penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan di lingkungan BRI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








