Sedang Puasa Tapi Ditraktir Makan Sama Teman, Bagaimana Sikap yang Benar?

AKURAT.CO Dalam kehidupan sosial, tidak jarang seseorang yang sedang berpuasa mendapat tawaran traktiran dari teman.
Situasi ini bisa terasa canggung, terlebih jika teman tersebut tidak mengetahui bahwa kita sedang menjalankan ibadah puasa. Lalu, bagaimana sikap yang benar menurut ajaran Islam?
Puasa Ramadhan adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan tanpa uzur syar’i. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa puasa adalah kewajiban yang memiliki tujuan besar, yaitu membentuk ketakwaan. Karena itu, tidak dibenarkan membatalkan puasa hanya karena sungkan atau tidak enak hati kepada teman.
Baca Juga: Apakah Kerokan Karena Masuk Angin Dapat Membatalkan Puasa?
Tetap Utamakan Kewajiban Puasa
Jika seseorang sedang menjalankan puasa wajib Ramadhan, maka ia tidak boleh membatalkannya hanya karena ditraktir. Menjaga kewajiban ibadah harus didahulukan daripada menjaga rasa sungkan dalam pergaulan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ
“Barang siapa lupa dalam keadaan berpuasa lalu ia makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan puasa. Jika karena lupa saja tidak membatalkan puasa, apalagi jika sengaja membatalkan tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
Sikap yang Bijak dan Santun
Islam juga mengajarkan adab dalam bersosialisasi. Jika ditraktir saat puasa, sikap terbaik adalah menyampaikan dengan sopan bahwa kita sedang berpuasa. Tidak perlu merasa malu, karena puasa adalah ibadah yang mulia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ
“Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan bertindak bodoh. Jika ada yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Kalimat “inni sha’im” (aku sedang berpuasa) menunjukkan bahwa menyampaikan kondisi puasa secara terbuka dalam konteks menjaga ibadah adalah hal yang dianjurkan.
Bagaimana Jika Puasa Sunnah?
Berbeda halnya jika yang dijalankan adalah puasa sunnah. Dalam hal ini, para ulama menjelaskan adanya kelonggaran. Seseorang boleh membatalkan puasa sunnah jika ada alasan yang lebih maslahat, seperti menghormati tuan rumah atau menjaga hubungan baik.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصَّائِمُ الْمُتَطَوِّعُ أَمِيرُ نَفْسِهِ إِنْ شَاءَ صَامَ وَإِنْ شَاءَ أَفْطَرَ
“Orang yang berpuasa sunnah itu berkuasa atas dirinya; jika ia mau, ia boleh melanjutkan, dan jika ia mau, ia boleh berbuka.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)
Namun, jika tetap ingin melanjutkan puasa sunnah, itu pun lebih utama selama tidak menimbulkan mudarat sosial yang besar.
Baca Juga: 7 Manfaat Mencuci Kurma Sebelum Dimakan dan Cara Mencucinya dengan Benar
Menjaga Niat dan Keikhlasan
Yang terpenting adalah menjaga niat dan keikhlasan. Jangan sampai ibadah ditinggalkan hanya demi gengsi atau rasa tidak enak. Sebaliknya, jangan pula bersikap kasar saat menolak tawaran makan. Sikap santun adalah cerminan akhlak seorang Muslim.
Kesimpulan
Jika sedang menjalankan puasa wajib Ramadhan, tidak boleh membatalkannya hanya karena ditraktir teman. Sampaikan dengan sopan bahwa sedang berpuasa. Jika puasa sunnah, terdapat kelonggaran untuk berbuka, namun tetap mempertimbangkan niat dan maslahat.
Menjaga ibadah sekaligus menjaga adab sosial adalah bagian dari keseimbangan ajaran Islam.
QnA Seputar Traktiran dan Puasa
Apakah boleh batal puasa Ramadhan karena ditraktir?
Tidak boleh, kecuali ada uzur syar’i seperti sakit atau safar.
Bagaimana cara menolak tanpa menyinggung?
Sampaikan dengan santun bahwa sedang berpuasa dan ucapkan terima kasih atas tawarannya.
Jika puasa sunnah, apakah berdosa bila berbuka?
Tidak berdosa, karena puasa sunnah memiliki kelonggaran, tetapi tetap perhatikan niat dan adab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










