Akurat

Sholat Nisfu Sya’ban Dilakukan pada Jam Berapa? Ini Panduan Waktu Terbaik dan Hukumnya

Lufaefi | 2 Februari 2026, 10:58 WIB
Sholat Nisfu Sya’ban Dilakukan pada Jam Berapa? Ini Panduan Waktu Terbaik dan Hukumnya

AKURAT.CO Menjelang pertengahan bulan Sya’ban, pertanyaan yang sering muncul di tengah masyarakat adalah: sholat Nisfu Sya’ban sebaiknya dilakukan pada jam berapa, dan bagaimana sebenarnya hukum sholat tersebut dalam Islam.

Pertanyaan ini wajar, mengingat malam Nisfu Sya’ban sering dipahami sebagai malam penuh keutamaan, namun di sisi lain juga kerap menjadi ruang perdebatan terkait praktik ibadahnya.

Agar tidak terjebak pada ritualisme tanpa dasar, penting untuk menjelaskan persoalan ini secara proporsional: kapan waktu terbaik melaksanakan sholat pada malam Nisfu Sya’ban dan bagaimana kedudukannya dalam hukum Islam.

Sholat Nisfu Sya’ban Dilakukan pada Jam Berapa

Secara prinsip, tidak ada sholat wajib atau sholat sunnah khusus yang ditetapkan syariat dengan nama “sholat Nisfu Sya’ban” pada jam tertentu. Namun, sholat yang dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban masuk dalam kategori sholat sunnah malam atau qiyamul lail.

Dalam kalender hijriah, malam Nisfu Sya’ban dimulai sejak terbenam matahari pada tanggal 14 Sya’ban hingga terbit fajar pada tanggal 15 Sya’ban. Dengan demikian, rentang waktu pelaksanaan sholat malam Nisfu Sya’ban adalah sejak ba’da Maghrib hingga sebelum Subuh.

Waktu-waktu yang lazim dipilih di masyarakat antara lain setelah sholat Maghrib, setelah sholat Isya, atau di sepertiga malam terakhir. Dari sudut pandang fikih dan dalil umum, waktu yang paling utama untuk sholat malam adalah sepertiga malam terakhir. Rasulullah SAW bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ

Artinya: “Tuhan kita turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dasar bahwa sholat dan doa di sepertiga malam terakhir memiliki keutamaan khusus, termasuk jika dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban.

Baca Juga: Nisfu Sya’ban 2026 Baca Yasin 3 Kali untuk Apa, Kapan, dan Doanya

Panduan Waktu Terbaik Sholat di Malam Nisfu Sya’ban

Jika dilihat dari praktik para ulama dan prinsip umum ibadah, waktu terbaik sholat pada malam Nisfu Sya’ban dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Bagi masyarakat awam yang kesulitan bangun malam, sholat sunnah setelah Maghrib atau Isya sudah bernilai ibadah. Sementara bagi yang mampu, melaksanakan sholat malam pada sepertiga malam terakhir lebih utama.

Tidak ada batasan jumlah rakaat tertentu. Seseorang boleh melaksanakan dua rakaat, empat rakaat, atau lebih, sebagaimana sholat sunnah malam pada umumnya. Prinsipnya adalah kesungguhan, kekhusyukan, dan tidak meyakini adanya ketentuan khusus yang bersifat wajib.

Landasan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Anjuran memperbanyak ibadah pada malam Nisfu Sya’ban merujuk pada hadis Nabi SAW tentang pengampunan Allah pada malam tersebut:

يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya: “Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, lalu Dia mengampuni mereka kecuali orang yang berbuat syirik dan orang yang bermusuhan.”
(HR. Ibnu Majah)

Hadis ini menunjukkan keutamaan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam rahmat dan ampunan, sehingga memperbanyak sholat sunnah dan doa menjadi sangat relevan.

Hukum Sholat Nisfu Sya’ban dalam Islam

Dari sisi hukum, sholat yang dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun, perlu ditegaskan bahwa tidak ada sholat sunnah khusus dengan tata cara, jumlah rakaat, atau bacaan tertentu yang secara sahih ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW khusus untuk Nisfu Sya’ban.

Para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah menjelaskan bahwa yang dianjurkan adalah menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan ibadah secara umum, seperti sholat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan beristighfar, tanpa meyakini adanya ritual baku yang mengikat.

Prinsip ini sejalan dengan firman Allah SWT:

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

Artinya: “Berlomba-lombalah dalam kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 148)

Ayat ini menjadi landasan bahwa memperbanyak amal saleh pada waktu-waktu utama merupakan bagian dari semangat Islam, selama tidak disertai keyakinan yang menyimpang.

Baca Juga: Tata Cara Membaca Surah Yasin 3 Kali saat Malam Nisfu Sya’ban

Penutup

Sholat pada malam Nisfu Sya’ban tidak terikat pada jam tertentu, tetapi dapat dilakukan sejak ba’da Maghrib hingga sebelum Subuh. Waktu terbaiknya adalah sepertiga malam terakhir, meskipun sholat setelah Maghrib atau Isya tetap bernilai ibadah. Hukumnya sunnah, dengan catatan tidak diyakini sebagai sholat khusus yang memiliki tata cara wajib.

Dengan pemahaman yang jernih ini, malam Nisfu Sya’ban tidak lagi dipahami sebagai beban ritual, melainkan sebagai kesempatan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan hati, dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan kesadaran dan ketenangan batin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.