Malam Nisfu Syaban, Kenapa yang Dibaca Tiga Kali Harus Surah Yasin?

AKURAT.CO Malam Nisfu Syaban adalah salah satu malam yang istimewa dalam Islam. Pada malam ini, banyak umat Muslim yang memperbanyak ibadah, termasuk membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali.
Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: mengapa harus Surah Yasin? Apakah ada dalil khusus yang menunjukkan keutamaannya dibandingkan surah lain?
Surah Yasin memiliki kedudukan yang istimewa dalam Al-Qur’an. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai jantung Al-Qur’an dan menganjurkan untuk membacanya dalam berbagai kesempatan. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس، وَمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ."
Artinya: "Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki jantung, dan jantungnya Al-Qur’an adalah Surah Yasin. Barang siapa yang membacanya, Allah akan menuliskan baginya pahala seperti membaca Al-Qur’an sepuluh kali." (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan Surah Yasin dibandingkan dengan surah lainnya. Oleh karena itu, dalam berbagai tradisi Islam, umat Muslim sering membaca Surah Yasin dalam berbagai keadaan, termasuk saat menghadapi kesulitan, menjelang kematian, atau ketika memohon sesuatu kepada Allah.
Baca Juga: Malam Nisfu Syaban Lupa Baca Surah Yasin 3 Kali, Bagaimana Solusinya?
Pada malam Nisfu Syaban, banyak ulama menganjurkan untuk membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda-beda.
Bacaan pertama diniatkan untuk memohon panjang umur dalam ketaatan, bacaan kedua untuk meminta rezeki yang halal dan berkah, dan bacaan ketiga untuk memohon keteguhan iman serta husnul khatimah.
Meskipun tidak ada dalil yang secara eksplisit menyebutkan bahwa membaca Surah Yasin tiga kali pada malam Nisfu Syaban adalah sunnah, namun amalan ini tetap dianjurkan karena membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang memiliki banyak keutamaan.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ
Artinya: "Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami mencatat apa yang telah mereka kerjakan serta bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. Yasin: 12)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mencatat setiap amal yang dilakukan oleh manusia, termasuk bacaan Al-Qur’an yang mereka lantunkan.
Oleh karena itu, membaca Surah Yasin pada malam Nisfu Syaban merupakan bentuk ibadah yang bisa menjadi sebab diterimanya doa dan permohonan seseorang.
Selain itu, Surah Yasin juga dikenal sebagai surah yang membawa kemudahan bagi orang yang membacanya. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إِنَّ يس لِمَا قُرِئَتْ لَهُ."
Artinya: "Sesungguhnya Surah Yasin dibaca untuk tujuan apa pun yang diniatkan." (HR. Darimi)
Hadis ini memberikan pemahaman bahwa membaca Surah Yasin dengan niat yang baik bisa menjadi wasilah untuk terkabulnya doa.
Oleh karena itu, pada malam yang penuh berkah seperti Nisfu Syaban, membaca Surah Yasin menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon kebaikan dalam hidup.
Meskipun membaca Surah Yasin tiga kali pada malam Nisfu Syaban bukan kewajiban yang ditetapkan dalam syariat, namun hal ini tetap merupakan amalan yang baik.
Baca Juga: Niat Puasa Nisfu Syaban Ayyamul Bidh di Pagi Hari karena Lupa: Sah atau Tidak?
Islam memberikan kebebasan kepada umatnya untuk memperbanyak ibadah dengan cara yang tidak bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an dan sunnah. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah.
Dengan demikian, alasan mengapa Surah Yasin dibaca tiga kali pada malam Nisfu Syaban adalah karena keutamaannya yang besar, kemampuannya menjadi wasilah doa, serta tradisi yang berkembang di kalangan umat Islam sebagai bentuk penghormatan terhadap malam yang penuh rahmat ini.
Yang terpenting bukanlah jumlah bacaannya, tetapi ketulusan hati dalam beribadah dan mengharap ampunan serta ridha dari Allah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









