Doa agar Rumah Selamat dari Kebanjiran, Amalkan Setiap Selesai Sholat

AKURAT.CO Musim hujan sering kali membawa kekhawatiran tersendiri, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir. Curah hujan tinggi, saluran air yang meluap, serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung dapat menyebabkan air masuk ke rumah dan merusak harta benda.
Dalam situasi seperti ini, Islam tidak hanya mengajarkan kesiapsiagaan teknis, tetapi juga membimbing umatnya untuk memperkuat perlindungan spiritual melalui doa.
Bagi seorang muslim, rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat bernaung, beribadah, dan membina keluarga. Karena itu, menjaga rumah dari musibah termasuk bagian dari ikhtiar menjaga amanah yang telah Allah SWT titipkan.
Selain upaya fisik seperti memperbaiki drainase dan meningkatkan kewaspadaan, doa menjadi amalan penting yang dianjurkan untuk dilakukan secara rutin.
Salah satu doa yang dapat diamalkan agar rumah dan keluarga dilindungi dari bencana, termasuk kebanjiran, adalah doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah SAW:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya kesehatan dan keselamatan dari-Mu, datangnya siksa-Mu secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim)
Baca Juga: Cuaca Ekstrem? Ini Amalan Islam agar Selamat dari Musibah
Doa ini relevan diamalkan setiap selesai sholat fardhu, karena memuat permohonan agar nikmat keselamatan yang Allah berikan tidak dicabut secara mendadak, termasuk keselamatan rumah dari bencana alam.
Selain itu, ketika hujan turun deras dan dikhawatirkan menimbulkan banjir, dianjurkan membaca doa yang dicontohkan Rasulullah SAW agar hujan tetap menjadi rahmat dan tidak membawa kerusakan:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan menimpa kami. Ya Allah, turunkanlah di bukit-bukit, dataran tinggi, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mengamalkan doa-doa ini secara konsisten setiap selesai sholat membantu membangun kesadaran spiritual bahwa perlindungan sejati berasal dari Allah SWT. Doa tidak hanya menjadi permohonan keselamatan, tetapi juga sarana menenangkan hati di tengah situasi yang tidak pasti.
Islam juga menganjurkan untuk memperbanyak istighfar dan sedekah sebagai bentuk ikhtiar batin. Dalam banyak riwayat, istighfar disebut sebagai sebab datangnya rahmat, sementara sedekah diyakini dapat menolak bala. Amalan-amalan ini melengkapi usaha lahiriah yang dilakukan untuk menjaga rumah dan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Banjir Jakarta Utara Menggila, Pramono Anung Instruksikan Normalisasi Kali Cakung Lama
Pada akhirnya, menghadapi ancaman banjir menuntut sikap yang seimbang antara usaha dan tawakal. Doa yang dipanjatkan setiap selesai sholat menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan, sementara Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh dan doa yang istiqamah, seorang muslim berharap rumahnya senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Insya Allah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









