Akurat

Cuaca Ekstrem? Ini Amalan Islam agar Selamat dari Musibah

Lufaefi | 24 Januari 2026, 05:58 WIB
Cuaca Ekstrem? Ini Amalan Islam agar Selamat dari Musibah

AKURAT.CO Fenomena cuaca ekstrem kian sering terjadi dan berdampak luas pada kehidupan masyarakat. Hujan lebat disertai angin kencang, banjir, longsor, hingga gelombang panas menjadi peringatan bahwa manusia hidup dalam sistem alam yang rapuh dan terus berubah.

Dalam situasi seperti ini, Islam tidak hanya mengajarkan kewaspadaan dan ikhtiar rasional, tetapi juga membimbing umatnya untuk memperkuat amalan spiritual sebagai bentuk perlindungan diri dari musibah.

Dalam perspektif Islam, musibah bukan semata peristiwa alam tanpa makna. Ia bisa menjadi ujian, peringatan, atau sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, menghadapi cuaca ekstrem tidak cukup hanya dengan kesiapsiagaan fisik, tetapi juga dengan kesiapan batin dan spiritual.

Salah satu amalan utama yang diajarkan Islam adalah memperbanyak doa. Rasulullah SAW mencontohkan doa-doa khusus ketika menghadapi fenomena alam yang menimbulkan kekhawatiran. Doa ini dibaca sebagai bentuk pengakuan bahwa kendali alam sepenuhnya berada di tangan Allah.

Baca Juga: Doa agar Selamat dari Cuaca Ekstrem, Insya Allah Manjur

Doa yang dianjurkan ketika menghadapi angin kencang atau cuaca ekstrem adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا، وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيهَا، وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan tujuan ia diutus. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, serta keburukan tujuan ia diutus.”
(HR. Muslim)

Selain doa, amalan penting lainnya adalah memperbanyak istighfar. Dalam Al-Qur’an, istighfar disebut sebagai sebab turunnya rahmat dan dijauhkannya azab. Memohon ampun kepada Allah bukan hanya membersihkan dosa, tetapi juga membuka pintu pertolongan-Nya dalam berbagai kesulitan.

Allah SWT berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

Artinya:
“Maka aku katakan kepada mereka: mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu.”
(QS. Nuh: 10–11)

Amalan lain yang dianjurkan adalah bersedekah. Dalam banyak riwayat, sedekah disebut dapat menolak bala dan mendatangkan keberkahan. Sedekah tidak harus besar, tetapi dilakukan dengan niat tulus dan kepedulian sosial, terutama kepada mereka yang terdampak langsung oleh cuaca ekstrem.

Ketika hujan turun sangat deras hingga menimbulkan kekhawatiran, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa agar hujan tidak berubah menjadi musibah:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan menimpa kami. Ya Allah, turunkanlah di bukit-bukit, dataran tinggi, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Amalan-amalan ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara spiritualitas dan rasionalitas. Doa, istighfar, dan sedekah tidak menggugurkan kewajiban manusia untuk tetap waspada, mengikuti peringatan cuaca, dan melakukan langkah-langkah mitigasi bencana. Sebaliknya, amalan tersebut justru menguatkan mental, menenangkan hati, dan menumbuhkan sikap tawakal yang sehat.

Baca Juga: Doa agar Selamat dari Cuaca Ekstrem, Insya Allah Manjur

Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang semakin nyata, amalan Islam menjadi pengingat bahwa manusia tidak hidup sendiri di alam semesta ini. Ada kekuatan yang Maha Mengatur, tempat bergantung dan memohon perlindungan. Dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh dan amalan yang konsisten, seorang muslim berharap agar dijaga dari musibah dan diberi keselamatan. Insya Allah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.