Akurat

Naskah Khutbah Jum’at: Mempersiapkan Bulan Suci Ramadhan dengan Maksimal

Fajar Rizky Ramadhan | 9 Januari 2026, 07:11 WIB
Naskah Khutbah Jum’at: Mempersiapkan Bulan Suci Ramadhan dengan Maksimal

AKURAT.CO Berikut naskah khutbah Jum'at dengan judul Mempersiapkan Bulan Suci Ramadhan dengan Maksimal.

Khutbah Pertama

الحمد لله الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وأصحابه، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

أما بعد، فيا أيها المسلمون، أوصيكم وإياي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته، ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala nikmat-Nya, terutama nikmat iman dan Islam. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., suri teladan terbaik dalam menyiapkan diri menghadapi setiap fase kehidupan, termasuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Sebentar lagi kita akan dipertemukan dengan bulan yang paling agung dalam Islam, yaitu bulan suci Ramadhan. Bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, bulan penuh ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka. Namun perlu kita sadari bersama, Ramadhan tidak otomatis menjadi bulan penuh berkah bagi setiap orang. Ramadhan hanya akan bernilai maksimal bagi mereka yang mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh.

Allah Swt. berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama Ramadhan adalah melahirkan ketakwaan. Maka pertanyaannya, bagaimana mungkin ketakwaan lahir jika Ramadhan dijalani tanpa persiapan?

Jamaah sekalian,

Persiapan pertama menyambut Ramadhan adalah persiapan iman dan hati. Membersihkan hati dari dosa, dendam, dan kelalaian. Rasulullah Saw. mengingatkan bahwa banyak orang berpuasa, tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga.

Rasulullah Saw. bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

Artinya:
“Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus.” (HR. Ibnu Majah)

Baca Juga: Naskah Khutbah Jum’at: Cara Islami Memuliakan Bulan Rajab

Hadis ini menjadi peringatan keras bahwa Ramadhan tidak cukup disambut dengan persiapan fisik dan jadwal, tetapi harus diawali dengan taubat dan perbaikan hati.

Persiapan kedua adalah persiapan ilmu dan kesadaran ibadah. Banyak orang gagal memaksimalkan Ramadhan karena tidak memahami keutamaan, adab, dan tujuan ibadah Ramadhan. Padahal Rasulullah Saw. selalu mempersiapkan umatnya dengan tarbiyah dan penguatan makna sebelum masuk waktu ibadah.

Persiapan ketiga adalah persiapan amal. Rajab dan Sya’ban oleh para ulama disebut sebagai bulan menanam, sementara Ramadhan adalah bulan memanen. Barang siapa tidak menanam amal sebelumnya, maka ia akan kesulitan memanen pahala di bulan Ramadhan.

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Inilah pesan penting khutbah pertama ini: Ramadhan bukan titik awal perubahan, melainkan puncak dari proses yang telah disiapkan. Siapa yang ingin Ramadhannya maksimal, maka ia harus memulainya dari sekarang, dengan niat yang lurus dan langkah yang nyata.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد، فيا أيها المسلمون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله ما استطعتم، واعلموا أن خير الزاد التقوى.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,

Sekali lagi khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan itulah yang akan menentukan kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan.

Mempersiapkan Ramadhan secara maksimal juga berarti menata ulang pola hidup. Menjaga shalat berjamaah, melatih lisan agar terbiasa dengan dzikir dan tilawah, serta membiasakan diri dengan sedekah dan kepedulian sosial. Ramadhan bukan bulan individualisme, tetapi bulan solidaritas dan empati.

Baca Juga: Bolehkah Istri Bekerja dan Suami yang Nganggur? Ini Jawaban dalam Islam

Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa kualitas niat dan kesiapan batin menjadi kunci utama keberhasilan Ramadhan. Tanpa iman dan ihtisab, Ramadhan hanya akan berlalu sebagai rutinitas tahunan.

Jamaah sekalian,

Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik dalam hidup kita. Bukan hanya Ramadhan yang sibuk secara ritual, tetapi sepi dari makna. Bukan Ramadhan yang penuh aktivitas, tetapi miskin perubahan akhlak.

Sebelum menutup khutbah ini, marilah kita bermunajat kepada Allah Swt., agar diberikan umur panjang, kesehatan, dan kekuatan untuk menyambut Ramadhan dengan maksimal.

اللهم بلغنا رمضان، وبارك لنا فيه، وأعنا فيه على الصيام والقيام، وتلاوة القرآن، وغض البصر، وحفظ اللسان، واجعلنا فيه من المقبولين.

Artinya:
“Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan, berkahilah kami di dalamnya, tolonglah kami untuk berpuasa, shalat malam, membaca Al-Qur’an, menjaga pandangan dan lisan, serta jadikan kami termasuk orang-orang yang diterima amalnya.”

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya:
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi kepada kerabat, serta melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.” (QS. An-Nahl: 90)

فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.