Akurat

Profil Lengkap Yai Mim, Dosen UIN Malang yang Diusir Warga Sekitar Rumahnya

Fajar Rizky Ramadhan | 30 September 2025, 06:00 WIB
Profil Lengkap Yai Mim, Dosen UIN Malang yang Diusir Warga Sekitar Rumahnya

AKURAT.CO Nama KH Muhammad Imam Muslimin atau Yai Mim tengah menjadi sorotan publik setelah terlibat perselisihan dengan tetangganya, Sahara, di kawasan Joyogrand, Kota Malang.

Konflik yang awalnya viral di media sosial ini berujung pada keputusan warga setempat yang menandatangani kesepakatan untuk meminta Yai Mim meninggalkan rumahnya.

Imam Muslimin lahir di Blitar pada 11 Maret 1966. Ia dikenal sebagai ulama dengan kiprah panjang di bidang pendidikan dan dakwah.

Sehari-hari, ia merupakan dosen senior di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, sekaligus pendiri dan pengasuh dua pondok pesantren: Pondok Pesantren Anshofa (2007) dan Bayt Al-Qur’an Jurus Shafa (Baiqu NUsa) yang berdiri pada 2021.

Selain dikenal sebagai akademisi, Yai Mim juga menegaskan garis keturunannya yang masih bersambung hingga ke dua tokoh Wali Songo, yaitu Sunan Ampel dan Sunan Bonang.

Baca Juga: Wali Kota Malang Siap Mediasi Perselisihan Kiai Mim dan Sahara

Pendidikan formalnya ia tempuh di MI Al Qodiriyah, MTs Ma’arif Bakung, hingga MA Al Kamal Kunir Wonodadi. Sejak remaja ia menimba ilmu di Pesantren Terpadu Al Kamal di bawah asuhan KH A. Tohir Wiajaya dengan fokus pada fikih, bahasa Arab, tafsir, dan tasawuf.

Konflik dengan Sahara bermula dari unggahan video perselisihan di media sosial, yang kemudian meluas menjadi konsumsi publik. Pada awalnya, dukungan banyak mengalir ke pihak Sahara.

Namun, setelah Imam Muslimin bersama istrinya Rosyidah Vignesvari juga mulai mengunggah video balasan, simpati netizen berbalik mengalir ke arah mereka.

Situasi semakin pelik ketika warga RT 9 RW 9 Joyogrand sepakat meminta Imam Muslimin meninggalkan rumahnya. “Saya mengikuti diusir oleh pak RT, Pak RW dan ada tanda tangan warga. Ya saat ini di hotel di Kota Malang pindah-pindah,” ungkap Imam.

Ia mengaku berat hati karena rumah tersebut adalah cita-cita bersama sang istri. “Tapi kalau secara adat saya diminta pergi, ya saya pergi. Tapi jujur berat. Karena rumah itu rumah cita-cita kami,” tambahnya.

Baca Juga: Ramai Kasus Keracunan MBG, Ini Pesan Islam untuk Para SPPG Makan Bergizi Gratis

Melihat situasi ini, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan siap turun tangan. “Saya sudah memerintahkan kepada Pak Camat dan besok di Kelurahan Merjosari mereka akan dimediasi oleh Pak Lurah dan Pak Camat,” tegasnya.

Wahyu berharap mediasi dapat menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin dan segera meredakan ketegangan antar dua keluarga bertetangga tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.