Akurat

Pidato Prabowo di Sidang PBB Tolak Sikap Pasif Dunia atas Genosida Gaza Sejalan dengan Pesan Al-Qur’an

Fajar Rizky Ramadhan | 25 September 2025, 08:00 WIB
Pidato Prabowo di Sidang PBB Tolak Sikap Pasif Dunia atas Genosida Gaza Sejalan dengan Pesan Al-Qur’an

AKURAT.CO Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York, 23 September 2025, menjadi sorotan dunia.

Salah satu titik krusial yang ditegaskan adalah penolakannya terhadap sikap pasif negara-negara dunia atas genosida Israel di Gaza.

Ia menegaskan, dunia tidak boleh diam menghadapi kezaliman, karena sikap diam hanya akan melanggengkan penderitaan rakyat Palestina.

Jika ditelaah, gagasan tersebut tidak sekadar bernuansa politik internasional, tetapi juga sarat dengan pesan moral yang sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an.

Islam menegaskan bahwa sikap membiarkan kezaliman adalah bentuk kelalaian moral yang berbahaya, baik secara individu maupun kolektif.

1. Al-Qur’an Melarang Umat Islam Diam terhadap Kezaliman

Salah satu ayat yang relevan adalah firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 75:

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

Artinya: “Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak, yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim, dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu’.”

Ayat ini menegaskan bahwa membela kaum tertindas adalah kewajiban moral. Apa yang disampaikan Prabowo di PBB sejatinya menggemakan pesan ini: dunia tidak boleh berdiam diri menyaksikan rakyat Palestina dibantai, anak-anak kelaparan, dan perempuan kehilangan perlindungan.

Baca Juga: PDIP Dukung Komitmen Prabowo Wujudkan Swasembada Pangan

2. Prinsip Menolak Kezaliman dalam Islam

Al-Qur’an menekankan prinsip al-‘adl (keadilan) dan nahi ‘an al-zulm (larangan terhadap kezaliman). Dalam Surah Asy-Syura ayat 40 Allah berfirman:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Artinya: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal. Tetapi jika seseorang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang zalim.”

Ayat ini menegaskan dua hal. Pertama, Islam membolehkan pembelaan diri dari kezaliman. Kedua, Allah membenci sikap zalim. Maka, ketika Prabowo menyerukan agar PBB menolak “doktrin yang kuat dapat berbuat semaunya”, hal itu sejalan dengan prinsip Al-Qur’an bahwa kekuatan tidak boleh digunakan untuk menindas yang lemah.

3. Kewajiban Menjadi Umat yang Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Sikap pasif dunia internasional bisa dibaca sebagai kelalaian terhadap perintah amar ma’ruf nahi munkar. Allah berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Artinya: “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”

Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat ini dijelaskan bahwa keunggulan umat Islam terletak pada keberanian mereka untuk tidak diam melihat kemunkaran. Genosida Gaza jelas merupakan bentuk kemunkaran global: pelanggaran hak hidup, penindasan bangsa, dan penghancuran kemanusiaan.

4. Tafsir Kontekstual: Pidato Prabowo sebagai Implementasi Nilai Qur’ani

Jika ditarik dalam kerangka tafsir kontekstual, pidato Prabowo bukan hanya sekadar strategi diplomasi, tetapi juga bagian dari implementasi pesan Al-Qur’an untuk membela kaum tertindas. Sikapnya menolak pasifisme internasional dapat dipandang sebagai aktualisasi perintah “wala tarkanu ila alladzina zalamu” — jangan condong kepada orang zalim (Hud:113).

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ

Artinya: “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim, yang menyebabkan kamu disentuh api neraka.”

Diam atau bersikap netral di hadapan genosida, dalam perspektif Qur’ani, adalah bentuk keberpihakan kepada kezaliman.

Baca Juga: PDIP Apresiasi Pidato Prabowo di PBB: Senapas dengan Perjuangan Bung Karno

5. Pesan Universal Islam: Perdamaian dan Keadilan

Prabowo menutup pidatonya dengan ajakan rekonsiliasi, menekankan bahwa anak-anak Ibrahim — Arab dan Yahudi — harus hidup damai. Hal ini selaras dengan Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menekankan persaudaraan manusia:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”

Dengan demikian, pesan yang disampaikan Presiden Prabowo bukan sekadar politis, tetapi juga merefleksikan nilai Qur’ani: keadilan, persaudaraan manusia, dan tanggung jawab moral global.

Pidato Prabowo di Sidang PBB tentang penolakan sikap pasif dunia atas genosida Gaza dapat dibaca dalam bingkai Qur’ani sebagai panggilan untuk menunaikan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar, menolak kezaliman, dan menegakkan keadilan.

Al-Qur’an mengajarkan bahwa diam terhadap kezaliman sama berbahayanya dengan berbuat zalim itu sendiri. Dalam konteks Palestina, pesan itu semakin nyata: umat manusia, terutama umat Islam, dituntut untuk tidak menjadi penonton, melainkan penggerak perubahan menuju dunia yang lebih adil dan berperikemanusiaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.