Akurat

Prabowo Komitmen Mengirim Pasukan Perdamaian di Palestina, Selaras dengan Pesan Hadis Nabi Muhammad SAW

Fajar Rizky Ramadhan | 25 September 2025, 08:30 WIB
Prabowo Komitmen Mengirim Pasukan Perdamaian di Palestina, Selaras dengan Pesan Hadis Nabi Muhammad SAW

AKURAT.CO Komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengirimkan 20 ribu pasukan penjaga perdamaian ke Gaza dalam Sidang Umum PBB ke-80 menjadi salah satu pernyataan paling kuat dalam diplomasi Indonesia.

Komitmen ini bukan sekadar langkah politik, melainkan juga memiliki resonansi spiritual yang dalam.

Dalam Islam, mengirimkan pasukan demi melindungi yang lemah dan menghentikan kezaliman adalah amanat kemanusiaan yang sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

1. Hadis tentang Membela Kaum yang Tertindas

Rasulullah SAW bersabda:

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا

Artinya: “Tolonglah saudaramu, baik ia dalam keadaan menzalimi atau dizalimi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami menolong orang yang dizalimi, tetapi bagaimana menolong orang yang berbuat zalim?” Nabi menjawab: “Engkau mencegahnya dari kezalimannya, itulah bentuk pertolonganmu kepadanya.”

Hadis ini memberi dasar etis: membela Palestina yang dizalimi adalah kewajiban, dan mencegah Israel dari tindak kezaliman juga merupakan pertolongan.

Komitmen Prabowo mengirim pasukan perdamaian sejalan dengan spirit hadis ini: menegakkan keadilan bagi korban sekaligus menghentikan pelaku kezaliman.

Baca Juga: PDIP Dukung Komitmen Prabowo Wujudkan Swasembada Pangan

2. Hadis tentang Umat Islam sebagai Satu Tubuh

Rasulullah SAW bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih sayang, cinta, dan simpati mereka bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh turut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa penderitaan Gaza adalah penderitaan kita semua. Komitmen mengirim pasukan bukanlah sekadar urusan politik luar negeri, melainkan ekspresi nyata solidaritas kemanusiaan umat Islam yang diperintahkan Nabi.

3. Hadis tentang Kewajiban Menolong

Rasulullah SAW juga bersabda:

مَنْ لَمْ يَهْتَمَّ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ

Artinya: “Barang siapa tidak peduli terhadap urusan kaum Muslimin, maka ia bukan bagian dari mereka.” (HR. Al-Hakim, sanad hasan).

Hadis ini menegaskan kewajiban kepedulian. Komitmen Indonesia di bawah Prabowo untuk tidak hanya bersuara, tetapi juga menyiapkan pengorbanan nyata berupa pasukan perdamaian, adalah bentuk nyata kepedulian yang sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.

4. Perdamaian sebagai Tujuan Syariat

Meski Islam mengakui jihad untuk membela yang tertindas, tujuan akhirnya bukanlah peperangan, melainkan tercapainya perdamaian. Rasulullah SAW bersabda:

أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

Artinya: “Sebarkanlah salam (perdamaian) di antara kalian.” (HR. Muslim).

Dengan demikian, pasukan perdamaian yang ditawarkan Indonesia sejatinya mencerminkan misi syariat Islam: menghadirkan keadilan dan keamanan, bukan menambah konflik.

Baca Juga: PDIP Apresiasi Pidato Prabowo di PBB: Senapas dengan Perjuangan Bung Karno

5. Tafsir Kontekstual: Indonesia sebagai Rahmatan lil ‘Alamin

Komitmen ini juga dapat dipandang sebagai implementasi prinsip rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). Rasulullah diutus bukan hanya untuk umat Islam, tetapi bagi seluruh umat manusia.

Mengirim pasukan perdamaian adalah kontribusi nyata Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia untuk menjaga harmoni global, selaras dengan pesan kenabian.

Pidato Prabowo di Sidang PBB dan komitmennya mengirim 20 ribu pasukan perdamaian ke Gaza merefleksikan semangat hadis Nabi Muhammad SAW.

Membela yang lemah, peduli pada penderitaan sesama, menolak kezaliman, dan menegakkan perdamaian merupakan inti dari misi kenabian.

Dengan demikian, langkah ini bukan hanya politik internasional, melainkan juga aktualisasi ajaran Islam dalam ranah global. Indonesia menunjukkan dirinya sebagai bangsa yang memegang nilai-nilai Islam universal: keadilan, solidaritas, dan perdamaian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.