Benarkah Jika Palestina Merdeka Kiamat Semakin Dekat? Ini Jawaban Hadis Nabi

AKURAT.CO Pertanyaan tentang hubungan antara kemerdekaan Palestina dan tanda-tanda kiamat kembali ramai dibahas di berbagai forum keagamaan dan media sosial.
Banyak yang mengutip hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan tentang penaklukan Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai salah satu tanda dekatnya hari kiamat.
Namun, agar tidak salah paham, penting untuk memahami konteks hadis tersebut secara ilmiah dan proporsional.
Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud, Rasulullah bersabda:
« عُدُّوا سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِي، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، ثُمَّ مَوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ، ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَسْخَطُهَا، ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ، ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الأَصْفَرِ، فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا »
Artinya:
“Hitunglah enam perkara sebelum datangnya kiamat: wafatku, penaklukan Baitul Maqdis, dua kematian besar seperti kematian kambing karena penyakit, melimpahnya harta hingga seseorang diberi seratus dinar tetapi masih tidak puas, fitnah yang tidak menyisakan satu rumah pun di kalangan Arab kecuali akan dimasukinya, dan gencatan senjata antara kalian dengan Bani Ashfar (Romawi) yang kemudian mereka mengkhianati dan menyerang kalian dengan delapan puluh bendera, di bawah setiap bendera ada dua belas ribu pasukan.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Hadis ini sering disalahpahami sebagai prediksi bahwa pembebasan atau kemerdekaan Baitul Maqdis (Palestina) adalah tanda pasti kiamat sudah sangat dekat. Padahal, konteksnya lebih luas. Rasulullah tidak menyebutkan bahwa “kemerdekaan” atau “kedaulatan” Palestina menjadi penanda kiamat, tetapi “penaklukan” Baitul Maqdis oleh kaum Muslimin pada masa setelah wafat beliau.
Baca Juga: Apakah Jika Palestina Merdeka Akan Terjadi Kiamat? Ini Jawaban Islam
Fakta sejarah menunjukkan bahwa penaklukan Baitul Maqdis telah terjadi pada masa Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 637 M, di mana kota suci itu masuk ke dalam kekuasaan Islam dengan damai. Maka tanda yang disebut Nabi itu sejatinya sudah terjadi berabad-abad yang lalu.
Namun, sebagian ulama menafsirkan bahwa penguasaan kembali atas Baitul Maqdis di akhir zaman memang akan menjadi salah satu tanda-tanda besar yang mendekati munculnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa ‘alaihis salam.
Dalam hal ini, kemerdekaan Palestina secara politik bukanlah tanda kiamat secara langsung, melainkan bagian dari dinamika sejarah perjuangan manusia melawan kezaliman.
Islam mengajarkan agar setiap tanda-tanda akhir zaman dipahami dengan hati-hati dan tidak dijadikan alasan untuk berputus asa atau menyerah terhadap perjuangan. Nabi bersabda:
« إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمُ الْفَسِيلَةُ فَلْيَغْرِسْهَا »
Artinya:
“Apabila kiamat telah tegak, sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit tanaman, maka tanamlah ia.” (HR. Ahmad).
Hadis ini menegaskan bahwa sekalipun tanda-tanda kiamat sudah tampak, umat Islam tetap diperintahkan untuk berbuat baik, berjuang, dan menegakkan amal saleh.
Maka, pembebasan Palestina bukanlah isyarat kehancuran, melainkan simbol kebangkitan keadilan. Perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka tidak boleh dilihat sebagai pertanda akhir dunia, tetapi sebagai bagian dari perlawanan terhadap kezaliman dan penjajahan. Dalam kacamata Islam, menegakkan keadilan adalah bagian dari jihad fi sabilillah, bukan dari tanda kehancuran dunia.
Baca Juga: MPR: Kehadiran Prabowo Bukti Pengakuan Dunia terhadap Peran Indonesia untuk Perdamaian Palestina
Kesimpulannya, hadis Nabi tentang penaklukan Baitul Maqdis adalah tanda yang telah terjadi sejak masa sahabat. Sedangkan kemerdekaan Palestina hari ini tidak boleh ditafsirkan sebagai tanda bahwa kiamat sudah di ambang pintu. Sebaliknya, ia adalah momentum moral bagi umat Islam untuk membela nilai kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan sebagaimana diajarkan Rasulullah.
Dengan demikian, daripada sibuk menebak kapan kiamat datang, lebih baik umat Islam fokus menyiapkan diri dengan amal, ilmu, dan kepedulian terhadap sesama, sebab itulah pesan utama dari setiap tanda akhir zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









