Apakah Jika Palestina Merdeka Akan Terjadi Kiamat? Ini Jawaban Islam

AKURAT.CO Pertanyaan seperti ini belakangan makin sering muncul di ruang publik, terutama setelah berbagai isu geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Sebagian orang beranggapan bahwa jika Palestina merdeka, maka itu adalah tanda akhir zaman—bahwa kiamat sudah sangat dekat.
Tapi, benarkah demikian? Apakah ada dalil atau tanda nubuwwah (kenabian) yang menyebutkan kemerdekaan Palestina sebagai pemicu kiamat? Mari kita telusuri dengan hati-hati dan ilmiah, bukan dengan spekulasi emosional.
1. Narasi Akhir Zaman: Palestina Memang Punya Peran Penting
Tidak bisa dipungkiri, Palestina—khususnya wilayah Syam dan Al-Quds (Yerusalem)—memang punya posisi eskatologis dalam Islam. Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW menyinggung bahwa negeri Syam akan menjadi “pusat peradaban akhir zaman”. Di sanalah Nabi Isa AS akan turun kembali, dan di sana pula Dajjal akan dikalahkan.
Rasulullah bersabda:
“Kalian akan memerangi kaum Yahudi, hingga batu dan pohon berkata: ‘Wahai Muslim, ini Yahudi di belakangku, bunuhlah dia.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini sering disalahpahami secara ekstrem. Padahal konteksnya bukan ajakan kebencian, melainkan gambaran simbolik bahwa kebenaran akan menang atas kezaliman—dan wilayah Syam, termasuk Palestina, akan menjadi saksi dari peristiwa besar tersebut.
2. Tapi Tidak Ada Dalil yang Menyebut “Kemerdekaan Palestina = Kiamat”
Perlu digarisbawahi, tidak ada satu pun ayat Al-Qur’an atau hadis sahih yang menyatakan bahwa kemerdekaan Palestina akan menandakan datangnya kiamat. Islam melarang umatnya mengaitkan peristiwa duniawi secara gegabah dengan tanda-tanda akhir zaman tanpa dasar yang kuat.
Kiamat adalah rahasia Allah.
“Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah.”
(QS. Luqman: 34)
Artinya, kapan pun Palestina merdeka—baik itu besok, sepuluh tahun lagi, atau ratusan tahun ke depan—tidak otomatis menandakan akhir dunia. Yang jelas, kemerdekaan Palestina adalah bagian dari perjuangan kemanusiaan dan keadilan, bukan nubuwwah kiamat.
3. Kemerdekaan Palestina: Amanah Kemanusiaan, Bukan Isyarat Kosmis
Dari perspektif Islam, membela Palestina bukan semata-mata isu politik atau nasionalisme, tapi amanah moral dan kemanusiaan. Palestina adalah tanah para nabi, tempat kiblat pertama, dan simbol keteguhan umat terhadap kezaliman.
Jadi, memperjuangkan kemerdekaannya justru bentuk nyata menjalankan ajaran Islam tentang keadilan, sebagaimana dalam QS. An-Nisa: 135:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri..."
Dengan kata lain, membela Palestina bukan menantikan kiamat, tapi membuktikan iman kita pada nilai keadilan dan kemanusiaan.
4. Mengapa Isu Kiamat Sering Dihubungkan dengan Palestina?
Jawabannya karena emosi kolektif umat Islam yang kuat terhadap tanah suci itu. Setiap kali ada konflik atau tragedi di Al-Quds, banyak orang merasa bahwa dunia sudah di ujung tanduk. Narasi seperti “Palestina merdeka tanda kiamat” tumbuh dari semangat apokaliptik yang sebenarnya lebih emosional ketimbang teologis.
Namun, para ulama besar seperti Syaikh Yusuf al-Qaradawi, Syaikh Wahbah az-Zuhaili, hingga Dr. Ali Jum’ah menegaskan: tanda-tanda kiamat besar yang disebut dalam hadis tidak termasuk soal kemerdekaan atau penjajahan suatu negara tertentu.
5. Hikmah yang Bisa Diambil: Fokus pada Amal, Bukan Ketakutan
Daripada menebak-nebak kapan kiamat tiba, Islam mendorong kita untuk fokus memperbaiki diri. Rasulullah SAW bersabda:
“Jika kiamat terjadi sementara di tanganmu ada benih kurma, maka tanamlah.”
(HR. Ahmad)
Hadis ini mengandung makna yang sangat dalam: meski dunia seolah berakhir, tetaplah berbuat baik dan produktif. Maka, jika Palestina merdeka—itu adalah kemenangan umat atas kezaliman, bukan sinyal akhir zaman.
6. Kesimpulan: Merdeka atau Tidak, Kiamat Tetap Misteri Ilahi
Palestina memang bagian penting dari peta sejarah dan spiritual umat Islam, tetapi mengaitkan kemerdekaannya dengan kiamat adalah klaim tanpa dasar. Yang perlu kita lakukan adalah terus berdoa, membantu dengan cara yang nyata, dan menjaga kesadaran bahwa kiamat pasti datang—namun waktunya bukan urusan manusia.
Pada akhirnya, narasi di atas bukan sekadar bantahan terhadap spekulasi, tapi juga ajakan untuk berpikir kritis dan beriman dengan tenang. Palestina merdeka adalah doa umat Islam, bukan pertanda kiamat—melainkan simbol bahwa kebenaran pada akhirnya selalu menemukan jalannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









