Akurat

Niat Mandi Gerhana Bulan dan Anjurannya dalam Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 6 September 2025, 11:30 WIB
Niat Mandi Gerhana Bulan dan Anjurannya dalam Islam

AKURAT.CO Fenomena gerhana Bulan total pada 7 September 2025 akan dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.

Bagi umat Islam, peristiwa langit ini tidak hanya dipandang sebagai fenomena astronomi, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah mandi sebelum melaksanakan shalat gerhana Bulan.

Mandi ini disebut sebagai mandi gerhana Bulan, yang dilakukan sebagaimana mandi sunnah lainnya. Tujuannya untuk menyucikan diri sebelum menunaikan shalat sunnah khusuf.

Niat mandi gerhana Bulan sebagaimana disampaikan Kementerian Agama adalah:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِخُسُوْفِ القَمَرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitul ghusla li khusuufil qomari sunnatal lillaahi ta'aala.

Artinya: Aku niat mandi karena terjadi gerhana bulan sunnah karena Allah Ta'ala.

Anjuran untuk mandi saat terjadi gerhana ini dijelaskan pula dalam kitab Kifayatul Akhyar karya Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Husaini.

Baca Juga: Doa saat Terjadi Gerhana Bulan Total di Indonesia

Dalam penjelasannya disebutkan bahwa mandi sunnah ada tujuh belas macam, di antaranya mandi Jumat, mandi Id, mandi Istisqa, serta mandi saat gerhana matahari dan bulan.

فَضْلٌ: وَ الْأَغْسَالُ الْمَسْنُوْنَةُ سَبْعَةَ عَشَرَ غُسْلًا: الْجُمُعَةُ، وَ الْعِيْدَانِ، وَ الْاِسْتِسْقَاءُ، وَ الْكُسُوْفُ، وَ الْخُسُوْفُ

Artinya: Mandi-mandi yang disunnatkan ada tujuh belas. Yaitu mandi Jum'at, mandi dua hari raya, mandi Istisqa', mandi gerhana matahari, dan mandi gerhana bulan.

Setelah mandi, umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat gerhana secara berjamaah. Tata cara shalat khusuf sendiri sedikit berbeda dengan shalat sunnah lainnya karena dalam setiap rakaat terdapat dua kali rukuk.

Selain shalat, doa juga sangat dianjurkan pada saat terjadinya gerhana. Nabi Muhammad SAW dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bersabda:

فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

Artinya: Apabila kalian melihat sesuatu dari hal tersebut, maka bergegaslah kalian untuk berzikir kepada-Nya, berdoa kepada-Nya, serta memohon ampunan-Nya.

Salah satu doa yang dapat dibaca adalah sebagai berikut:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا دَائِمًا طَاهِرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ وَ كُنَّا لَكَ عَبْدٌ

Alhamdulillah hamdan daaiman thaahiran thayyiban mubarakan fiih. Mil'ussamawati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa bainahumaa, wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du. Ahaqqa maa qaalal 'abdu, wa kunna laka 'abdun.

Baca Juga: Tata Cara dan Bacaan Niat Sholat Gerhana Bulan Total 7 September 2025

Artinya: Segala puji bagi Allah, pujian murni, baik, dan diberkati-Nya. Yang memenuhi langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya serta memenuhi apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu. Engkaulah yang paling berhak disebut hamba, dan kami adalah hamba-Mu.

Dengan demikian, fenomena gerhana bulan tidak hanya menjadi tontonan alam, melainkan juga saat untuk memperbanyak ibadah, doa, dan istighfar.

Wallahu A'lam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.