Akurat

Kalender Jawa Weton 15 Agustus 2024, Ini Hukum Meyakini Weton dalam Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 15 Agustus 2025, 11:00 WIB
Kalender Jawa Weton 15 Agustus 2024, Ini Hukum Meyakini Weton dalam Islam

AKURAT.CO Kalender Jawa telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat di berbagai daerah, terutama dalam menentukan hari baik dan membaca karakter seseorang melalui weton.

Pada Jumat, 15 Agustus 2025, penanggalan Jawa menunjukkan tanggal 20 Sapar 1959, bertepatan dengan 21 Shafar 1447 Hijriah. Hari ini jatuh pada pasaran Wage, sehingga membentuk kombinasi weton Jumat Wage dengan neptu 10.

Masyarakat Jawa percaya bahwa orang yang lahir pada Jumat Wage memiliki sifat simpatik, mudah menolong, jujur, setia, dan berpendirian teguh.

Baca Juga: Jelang 17 Agustus 2025, Ini Doa agar Indonesia Bebas dari Korupsi

Mereka juga dikenal rendah hati meski memiliki keahlian tertentu. Namun, ada sisi kurangnya, yakni sulit menerima saran dan sukar memaafkan orang yang pernah mengecewakan.

Keyakinan terhadap sifat dan nasib berdasarkan weton seperti ini telah mengakar selama berabad-abad, sejak sistem kalender Jawa disusun Sultan Agung pada abad ke-17, memadukan unsur Hindu, Islam, dan budaya lokal.

Dalam Islam, pandangan terhadap kepercayaan semacam ini harus diukur dengan prinsip akidah.

Ulama menjelaskan bahwa mempercayai weton hingga meyakini bahwa hari atau tanggal tertentu pasti membawa keberuntungan atau kesialan termasuk dalam kategori tathayyur atau kepercayaan pada pertanda yang dilarang.

Rasulullah SAW bersabda bahwa merasa sial karena waktu, tempat, atau makhluk tertentu termasuk bentuk syirik kecil jika diyakini memiliki pengaruh sendiri di luar takdir Allah.

Baca Juga: Doa Menyambut Acara 17 Agustus 1945, Penuh Makna dan Hikmah

Namun, jika penanggalan dan weton hanya digunakan sebagai budaya atau sarana mengatur waktu, tanpa keyakinan bahwa ia menentukan nasib, maka hukumnya mubah.

Prinsip ini sejalan dengan kaidah bahwa semua takdir berada di tangan Allah semata, sementara manusia hanya boleh berikhtiar dengan cara yang tidak bertentangan dengan syariat.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjadikan weton sekadar pengetahuan budaya, bukan pegangan hidup yang memengaruhi keyakinan pada ketetapan Allah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.