Doa Menyambut Acara 17 Agustus 1945, Penuh Makna dan Hikmah

AKURAT.CO Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus selalu menjadi momen istimewa bagi seluruh rakyat.
Tidak hanya dirayakan dengan berbagai perlombaan dan upacara bendera, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merenung dan berdoa demi bangsa.
Di balik meriahnya perayaan, tersimpan makna mendalam tentang perjuangan, pengorbanan, dan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mengaruniakan kemerdekaan.
Menyambut acara 17 Agustus, doa memiliki posisi yang penting. Ia menjadi jembatan antara manusia dengan Tuhannya, menghubungkan semangat nasionalisme dengan nilai-nilai spiritual.
Melalui doa, kita tidak sekadar mengingat jasa para pahlawan, tetapi juga memohon agar negeri ini senantiasa dalam lindungan-Nya, dijauhkan dari perpecahan, dan diberi kekuatan untuk terus maju.
Baca Juga: 3 Contoh Rundown Acara Tirakatan 17 Agustus di Tingkat RT hingga Doa Bersama
Doa menyambut Hari Kemerdekaan biasanya diiringi dengan rasa syukur yang mendalam.
Syukur atas nikmat kemerdekaan yang tidak didapatkan secara cuma-cuma, melainkan melalui perjuangan panjang yang mengorbankan nyawa, harta, dan tenaga.
Syukur ini kemudian diiringi permohonan agar generasi penerus mampu menjaga persatuan, mengisi kemerdekaan dengan karya, serta menjadikan Indonesia sebagai negara yang adil, makmur, dan sejahtera.
Salah satu contoh doa yang dapat dibacakan pada momen menyambut 17 Agustus adalah sebagai berikut:
اللّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا إِنْدُونِيسِيَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً، وَاحْفَظْهُ مِنْ كُلِّ فِتْنَةٍ وَبَلِيَّةٍ، وَوَفِّقْ قَادَتَهُ لِلْعَدْلِ وَالإِصْلَاحِ، وَاجْمَعْ كَلِمَةَ شَعْبِهِ عَلَى الْحَقِّ وَالْخَيْرِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الشَّاكِرِينَ لِنِعْمَةِ الحُرِّيَّةِ، الْعَامِلِينَ لِرِضَاكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Artinya: Ya Allah, jadikanlah negeri kami, Indonesia, sebagai negeri yang aman, tenteram, murah rezeki, dan penuh kesejahteraan. Lindungilah ia dari segala fitnah dan bencana. Berilah taufik kepada para pemimpinnya untuk berlaku adil dan melakukan perbaikan. Satukanlah hati seluruh rakyatnya di atas kebenaran dan kebaikan. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang bersyukur atas nikmat kemerdekaan, dan bekerja untuk mendapatkan ridha-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Membaca doa seperti ini bukan hanya formalitas dalam upacara, tetapi sebuah pengingat bahwa kemerdekaan adalah amanah. Ia menuntut kita untuk selalu berbuat yang terbaik, menjaga persatuan, serta menghindari segala bentuk perpecahan.
Dalam suasana penuh rasa syukur, doa tersebut dapat menjadi penutup yang khidmat sebelum perayaan dimulai, atau pembuka yang mengiringi langkah awal acara peringatan kemerdekaan.
Baca Juga: Doa untuk Kegiatan Pramuka 14 Agustus 2025, Islami dan Penuh Makna
Dengan demikian, doa menyambut acara 17 Agustus bukan sekadar lantunan kata-kata, tetapi sebuah refleksi mendalam akan perjalanan bangsa.
Ia menegaskan bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat tidak hanya bebas secara fisik, tetapi juga merdeka dalam berpikir, berbuat kebaikan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










