Niat Puasa Qadha Ramadhan Bagaimana? Ini Opsi Bacaan-bacaannya!

AKURAT.CO Niat puasa qadha Ramadhan bagaimana? Setelah Ramadhan berlalu, ada sebagian dari kita yang memiliki utang puasa—entah karena sakit, haid, perjalanan, atau sebab lainnya yang dibolehkan syariat.
Maka, wajib hukumnya mengganti (qadha) puasa tersebut sebelum Ramadhan berikutnya. Namun, yang sering jadi kebingungan adalah: bagaimana niat puasa qadha Ramadhan? Kapan harus diniatkan? Dan apa bacaan niat yang tepat?
Untuk menjawabnya, kita perlu memahami terlebih dahulu posisi niat dalam ibadah puasa. Dalam Islam, niat bukan sekadar ucapan lisan, tapi lebih kepada tekad dan kesadaran dalam hati untuk melaksanakan ibadah tertentu karena Allah Ta'ala.
Namun, dalam praktik keseharian, ulama membolehkan pelafalan niat sebagai bentuk membantu hati menghadirkan maksud ibadah, meskipun sebenarnya lafaz lisan bukanlah syarat sah.
Dalam konteks puasa qadha Ramadhan, niat termasuk rukn (rukun) yang tidak bisa ditinggalkan. Puasa qadha termasuk kategori puasa wajib, maka niatnya harus dilakukan sebelum fajar menyingsing.
Baca Juga: Niat Puasa Syawal Bisa Dilakukan di Siang Hari, Ini Sejumlah Dalilnya!
Ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, dari Hafshah radhiyallahu ‘anha, beliau bersabda:
من لم يُجمِع الصيام قبل الفجر فلا صيام له
Artinya: "Barangsiapa yang tidak menetapkan niat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya." (HR. Abu Dawud)
Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa untuk puasa wajib seperti qadha Ramadhan, seseorang wajib sudah berniat sejak malam hari, sebelum terbit fajar. Jika tidak, maka puasanya dianggap tidak sah dan harus diulang.
Karena itu, saat hendak melakukan puasa qadha, sangat penting untuk memastikan bahwa niat telah hadir di hati pada malam harinya.
Meski hanya diniatkan dalam hati, sebagian besar ulama menganjurkan melafalkannya untuk membantu kehadiran niat secara sadar. Beberapa opsi bacaan niat yang bisa digunakan antara lain:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: "Aku niat puasa esok hari karena mengganti (qadha) puasa Ramadhan karena Allah Ta'ala."
Ada pula redaksi lain yang juga dipakai sebagian kalangan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ أَدَاءً لِمَا فَرَضَ اللّٰهُ عَلَيَّ مِنْ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: "Aku niat puasa esok hari sebagai pelaksanaan kewajiban yang Allah tetapkan atasku dari puasa Ramadhan karena Allah Ta'ala."
Namun, perlu digarisbawahi bahwa semua redaksi itu hanyalah bantuan verbal. Selama seseorang benar-benar memiliki niat dalam hatinya untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah, maka itu sudah mencukupi.
Baca Juga: Niat Puasa Senin Kamis dan Puasa Qadha Ramadhan dalam Bahasa Arab dan Artinya
Dalam praktiknya, yang perlu dijaga adalah jangan sampai terlupa berniat di malam hari. Karena berbeda dari puasa sunnah yang boleh diniatkan di pagi atau siang hari, puasa qadha tidak memiliki kelonggaran seperti itu. Ini adalah bentuk kehati-hatian dalam menjalankan ibadah yang bersifat fardhu.
Oleh karena itu, buat kamu yang lagi ngelunasin utang puasa Ramadhan, pastikan sebelum tidur atau sebelum fajar tiba kamu sudah mantap berniat dalam hati.
Bacaan lisan bisa membantu, tapi bukan penentu utama. Yang penting, hatimu sadar dan terarah: besok aku puasa qadha karena Allah. Simple, tapi bermakna besar.
Jadi, jangan tunggu Ramadhan berikutnya makin dekat. Yuk, lunasi utang puasa dengan niat yang jelas, hati yang ikhlas, dan semangat yang terus membara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










