Niat Puasa Qadha Ramadhan dalam Bahasa Arab dan Artinya, Mudah Dipahami

AKURAT.CO Berikut ini adalah niat puasa qadha Ramadhan dalam bahasa Arab dan artinya.
Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.
Namun, ada kalanya seseorang tidak dapat menjalankan puasa Ramadhan karena berbagai alasan, seperti sakit, bepergian, atau halangan lainnya yang dibenarkan secara syariat.
Dalam Islam, bagi mereka yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur yang dibenarkan, diwajibkan untuk menggantinya di hari lain setelah bulan Ramadhan, yang dikenal dengan istilah puasa qadha.
Sebagaimana puasa wajib lainnya, puasa qadha Ramadhan juga memerlukan niat yang jelas dan benar. Dalam Islam, niat merupakan hal mendasar yang harus dilakukan sebelum menjalankan ibadah, termasuk puasa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya segala amal itu bergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Lafaz Niat Puasa Qadha Ramadhan dalam Bahasa Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat berpuasa besok untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Niat ini diucapkan dalam hati sebelum fajar menyingsing atau pada malam hari sebelum menjalankan puasa qadha.
Baca Juga: Ustaz Muhammad Abror: Maksimalkan Ibadah dengan Puasa yang Penuh Hikmah
Meskipun tidak wajib dilafalkan secara lisan, namun mengucapkannya dapat membantu mempertegas niat dalam hati.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Niat Puasa Qadha?
Berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya bisa dilakukan di pagi hari selama belum makan dan minum, niat puasa qadha harus dilakukan sebelum fajar.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i).
Tata Cara Melaksanakan Puasa Qadha Ramadhan
Puasa qadha Ramadhan dikerjakan seperti puasa pada umumnya. Seseorang yang ingin mengqadha puasanya harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Bagi orang yang memiliki utang puasa lebih dari satu hari, dianjurkan untuk segera menggantinya sebelum datang Ramadhan berikutnya.
Namun, jika seseorang menunda qadha tanpa uzur hingga masuk Ramadhan berikutnya, maka selain mengqadha, ia juga diwajibkan membayar fidyah (memberi makan kepada fakir miskin) sebagai bentuk tebusan.
Baca Juga: Niat Puasa Sunnah Bulan Syawal, Lengkap dengan Keutamaan dan Tata Cara Puasanya
Kesimpulannya, Puasa qadha Ramadhan merupakan kewajiban bagi mereka yang tidak bisa berpuasa di bulan Ramadhan karena alasan yang dibenarkan oleh syariat.
Niat puasa qadha harus dilakukan sebelum fajar, dan meskipun tidak wajib diucapkan secara lisan, namun disarankan untuk memperjelas niat dalam hati.
Menjalankan puasa qadha dengan penuh kesungguhan merupakan bentuk tanggung jawab seorang Muslim dalam memenuhi kewajibannya kepada Allah Ta’ala.
Oleh karena itu, bagi yang masih memiliki utang puasa, segeralah menggantinya sebelum datangnya Ramadhan berikutnya agar tidak menanggung kewajiban tambahan berupa fidyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










