Akurat

Kapan Puasa Dzulhijjah 2025? Bolehkah Digabung dengan Puasa Qadha Ramadhan?

Fajar Rizky Ramadhan | 27 Mei 2025, 19:12 WIB
Kapan Puasa Dzulhijjah 2025? Bolehkah Digabung dengan Puasa Qadha Ramadhan?

AKURAT.CO Puasa Dzulhijjah menjadi salah satu amalan yang banyak dicari informasinya menjelang Idul Adha. Bulan ini dikenal sebagai waktu yang sangat istimewa dalam Islam.

Sepuluh hari pertamanya dipenuhi dengan pahala berlimpah bagi siapa pun yang memanfaatkannya.

Lantas, kapan tepatnya umat Islam mulai puasa Dzulhijjah pada tahun 2025? Dan yang sering menjadi pertanyaan, apakah boleh menggabungkan puasa Dzulhijjah dengan puasa qadha Ramadhan?

Pada tahun 2025, 10 Dzulhijjah atau Hari Raya Idul Adha diperkirakan jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.

Artinya, puasa sunah Dzulhijjah dimulai sejak Rabu, 28 Mei 2025, dan puncaknya adalah puasa Arafah pada Kamis, 5 Juni 2025.

Tentu saja, tanggal ini masih bisa berubah tergantung pada hasil rukyat hilal oleh pemerintah atau otoritas keagamaan resmi.

Baca Juga: Kapan Mulai Puasa Dzulhijjah 2025? Berikut Niatnya dalam Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia

Banyak umat Islam yang ingin melaksanakan puasa dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah karena keutamaannya luar biasa.

Dalam hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Ini menjadi motivasi tersendiri untuk tidak melewatkan kesempatan tersebut.

Namun, bagaimana jika seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan? Apakah ia boleh berpuasa Dzulhijjah sekaligus menggantikan puasa wajibnya?

Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali memperbolehkan seseorang menggabungkan niat puasa qadha dengan niat puasa sunah, selama tujuan utamanya adalah menunaikan kewajiban qadha.

Artinya, jika niat utamanya adalah membayar utang puasa Ramadhan, maka ia tetap mendapatkan pahala puasa sunah yang bertepatan waktunya.

Namun, sebagian ulama, khususnya dalam mazhab Hanafi dan sebagian pendapat dalam Syafi’iyah, menyarankan agar memisahkan antara puasa wajib dan sunah untuk mendapatkan pahala maksimal dari masing-masing jenis puasa.

Meski begitu, dari sisi keabsahan, penggabungan dua niat ini tetap sah dan diperbolehkan, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau kemampuan.

Baca Juga: Jadwal Puasa Dzulhijjah 2025, Catat Tanggalnya!

Dengan begitu, bagi siapa pun yang belum sempat mengganti puasa Ramadhan, momen Dzulhijjah bisa menjadi solusi spiritual yang strategis. Seseorang bisa melaksanakan puasa qadha sekaligus memanen pahala besar dari keutamaan puasa sunah Dzulhijjah, termasuk Arafah.

Yang perlu diingat adalah niat puasa wajib harus dinyatakan sejak malam hari. Jadi, jika hendak menggabungkan dengan puasa Dzulhijjah, pastikan untuk menyusun niat qadha dengan jelas di malam hari. Jika ingin menambahkan niat sunah, hal itu bisa dilakukan tanpa membatalkan niat utama.

Dengan memahami fleksibilitas syariat ini, semoga kita lebih semangat dalam memanfaatkan waktu-waktu utama seperti Dzulhijjah.

Tidak perlu galau antara mengejar pahala sunah atau menunaikan utang puasa. Keduanya bisa diraih sekaligus dengan niat yang benar dan kesungguhan ibadah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.