Kalender Jawa Weton Hari Ini, 7 Februari 2025: Hikmah di Balik Tradisi dan Pandangan Islam

AKURAT.CO Kalender jawa weton hari Ini, 7 Februari 2025 terkait dengan apa? Di tengah kehidupan masyarakat Jawa, sistem kalender weton masih memiliki tempat tersendiri.
Weton tidak hanya dianggap sebagai bagian dari sistem penanggalan, tetapi juga sering dikaitkan dengan berbagai aspek kehidupan, seperti menentukan hari baik, mengenali karakter seseorang, hingga mencari kecocokan dalam pernikahan.
Hari ini, 7 Februari 2025, dalam kalender Jawa bertepatan dengan Jumat Pon, yang dalam tradisi Kejawen sering dipandang sebagai hari yang memiliki energi spiritual tertentu.
Dalam Islam, segala sesuatu di alam semesta ini terjadi atas kehendak Allah. Tidak ada satu pun peristiwa yang berlangsung di luar ketetapan-Nya. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
قل إن الأمر كله لله
"Katakanlah: 'Sesungguhnya segala urusan itu milik Allah.'" (QS. Ali Imran: 154).
Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik itu kesuksesan, rezeki, maupun kejadian dalam hidup seseorang, semuanya berada dalam kendali Allah.
Oleh karena itu, kepercayaan bahwa weton dapat menentukan nasib seseorang harus dikritisi agar tidak mengarah pada keyakinan yang bertentangan dengan tauhid.
Baca Juga: Kalender Jawa Weton Hari Ini, 7 Februari 2025: Antara Kepercayaan Leluhur dan Akidah Islam
Namun, Islam juga tidak serta-merta menolak tradisi yang berkembang dalam suatu masyarakat. Selama tradisi tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam, maka umat Muslim diperbolehkan untuk melestarikannya sebagai bagian dari budaya.
Dalam hal ini, weton dapat dipandang sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang menggambarkan cara pandang masyarakat terhadap kehidupan, selama tidak dijadikan sebagai pedoman utama dalam mengambil keputusan atau diyakini memiliki kekuatan gaib.
Rasulullah ﷺ dalam banyak kesempatan mengajarkan umatnya untuk tidak bergantung pada pertanda atau ramalan tertentu. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
لا عدوى، ولا طيرة، ولا هامة، ولا صفر
"Tidak ada penularan (dengan sendirinya), tidak ada kepercayaan terhadap pertanda buruk, tidak ada keyakinan terhadap burung hantu, dan tidak ada keyakinan terhadap bulan Shafar yang membawa sial." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa Islam menolak segala bentuk kepercayaan yang mengaitkan suatu peristiwa dengan faktor di luar ketetapan Allah. Jika seseorang menganggap hari lahir atau weton sebagai sesuatu yang menentukan nasibnya, maka hal itu bertentangan dengan ajaran Islam.
Namun demikian, dalam Islam, segala sesuatu dinilai berdasarkan niatnya. Jika seseorang hanya menjadikan weton sebagai bagian dari budaya tanpa mempercayainya sebagai faktor penentu kehidupan, maka hal itu tidak dilarang. Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى
"Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadis ini, memahami weton sebagai bagian dari budaya dan tradisi tanpa menyandarkan keyakinan kepadanya tidaklah menjadi masalah dalam Islam.
Sebaliknya, jika weton digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai moral, seperti mendorong seseorang untuk menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, atau lebih sabar, maka hal itu bisa menjadi sesuatu yang bernilai positif.
Dalam Al-Qur'an, Allah juga menegaskan bahwa manusia memiliki peran dalam menentukan nasibnya melalui usaha dan doa, bukan melalui perhitungan kalender atau ramalan tertentu. Allah berfirman:
إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11).
Baca Juga: Kalender Jawa Weton Hari Ini, 7 Februari 2025: Menelusuri Nilai Islam dalam Tradisi Kejawen
Ayat ini mengajarkan bahwa yang menentukan keberhasilan atau kegagalan seseorang bukanlah weton atau perhitungan hari baik, melainkan usaha dan doa yang mereka lakukan.
Oleh karena itu, dalam menghadapi tradisi seperti weton, umat Islam harus memiliki sikap yang bijak. Tradisi boleh dihormati, tetapi keyakinan tetap harus berpijak pada ajaran tauhid.
Dengan demikian, kalender Jawa weton pada hari ini, 7 Februari 2025, dapat dipahami sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan sosial.
Selama weton tidak dijadikan sebagai pedoman utama dalam menentukan kehidupan, serta tidak menggeser keyakinan kepada Allah, maka keberadaannya bisa dipandang sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang masih bisa dijaga.
Islam tidak melarang budaya, tetapi mengajarkan umatnya untuk tetap berpegang teguh pada akidah yang benar dan tidak terjerumus dalam keyakinan yang keliru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










