Akurat

Aplikasi Penghasil Saldo Dana Gratis, Bagaimana Hukum Uangnya Menurut Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 19 Januari 2025, 14:30 WIB
Aplikasi Penghasil Saldo Dana Gratis, Bagaimana Hukum Uangnya Menurut Islam?

AKURAT.CO Di era digital yang terus berkembang, banyak aplikasi menawarkan peluang untuk mendapatkan uang atau saldo secara gratis. Salah satu yang populer adalah aplikasi penghasil saldo Dana.

Dengan menyelesaikan tugas-tugas tertentu, seperti menonton video, mengunduh aplikasi, atau mengisi survei, pengguna bisa mendapatkan saldo yang nantinya dapat dicairkan.

Namun, muncul pertanyaan penting dari perspektif Islam: bagaimana hukum uang yang diperoleh melalui cara ini?

Dalam Islam, salah satu prinsip utama dalam bermuamalah adalah kejelasan (الوضوح) dan keterbebasan dari unsur-unsur yang diharamkan seperti riba, gharar (ketidakpastian), atau maysir (perjudian). Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

"Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS. Al-Baqarah: 275).

Baca Juga: Aplikasi Penghasil Saldo Dana, Apa Dampak Positif dan Negatifnya Menurut Islam?

Ayat ini menegaskan bahwa transaksi yang halal adalah yang memenuhi syarat-syarat syariah, seperti adanya kerelaan kedua belah pihak dan tidak adanya unsur yang diharamkan.

Salah satu elemen yang perlu diperhatikan dalam aplikasi penghasil saldo ini adalah apakah aktivitas yang diminta sesuai dengan prinsip syariah.

Jika tugas yang harus dilakukan adalah sesuatu yang mubah (dibolehkan), seperti menonton konten pendidikan yang tidak melanggar syariat atau mengisi survei yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, maka penghasilan tersebut dapat dianggap halal.

Sebaliknya, jika tugas yang diberikan melibatkan hal-hal haram, seperti menonton konten vulgar, menyebarkan informasi yang tidak benar, atau mendukung praktik riba, maka penghasilan dari aplikasi tersebut menjadi haram.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا

"Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik."
(HR. Muslim, no. 1015)

Hadis ini mengingatkan kita bahwa harta yang diperoleh harus berasal dari sumber yang baik dan bersih. Jika penghasilan berasal dari cara yang tidak sesuai dengan syariat, maka keberkahan akan hilang, meskipun secara lahiriah terlihat menguntungkan.

Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut tidak mengandung unsur gharar (ketidakjelasan), seperti sistem yang memaksa pengguna untuk membayar di awal tanpa jaminan hasil, atau maysir (perjudian), di mana pengguna harus mengandalkan keberuntungan untuk mendapatkan hadiah. Allah berfirman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah, 'Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.'"
(QS. Al-Baqarah: 219)

Sebagai seorang Muslim, kita harus selalu berhati-hati dalam setiap transaksi, terutama di dunia digital yang sering kali kurang transparan.

Jika ragu, sebaiknya berkonsultasi dengan ulama atau ahli fikih untuk memastikan bahwa penghasilan yang diperoleh benar-benar halal.

Baca Juga: Saldo Dana Gratis, Halal atau Haram dalam Perspektif Islam?

Harta yang halal tidak hanya membawa keberkahan di dunia, tetapi juga menjadi bekal untuk akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ... وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ...

"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat hal... tentang hartanya, dari mana ia mendapatkannya dan untuk apa ia membelanjakannya..." (HR. Tirmidzi, no. 2417)

Kesimpulannya, uang dari aplikasi penghasil saldo Dana gratis dapat dianggap halal jika syarat-syarat syariah terpenuhi, yakni aktivitas yang dilakukan tidak melanggar hukum Islam dan tidak mengandung unsur haram.

Namun, jika ada keraguan atau potensi pelanggaran, lebih baik dihindari demi menjaga keberkahan rezeki.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.