Bolehkah Umat Islam Mengikuti Misa Natal? Ini Jawabannya Menurut Islam

AKURAT.CO Dalam kehidupan masyarakat yang plural, umat Islam seringkali dihadapkan pada berbagai dilema sosial, salah satunya adalah pertanyaan tentang bolehkah seorang Muslim mengikuti Misa Natal atau perayaan keagamaan lain dari agama yang berbeda.
Pertanyaan ini penting karena berkaitan dengan akidah, toleransi, serta hubungan antarumat beragama. Untuk menjawabnya, Islam memberikan pedoman yang tegas berdasarkan Al-Qur'an, hadis, dan pandangan ulama.
Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." (QS. Al-Kafirun: 6)
Ayat ini menegaskan prinsip Islam tentang toleransi dalam kerangka keyakinan. Islam menghormati agama lain, namun tetap menjaga batas akidah.
Para ulama sepakat bahwa umat Islam tidak diperbolehkan untuk turut serta dalam ritual keagamaan yang bertentangan dengan nilai-nilai tauhid.
Misa Natal, sebagai bagian dari ibadah dalam agama Kristen, mengandung unsur keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, seperti doktrin ketuhanan Yesus Kristus.
Rasulullah SAW juga bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka." (HR. Abu Dawud).
Baca Juga: Habib Ja’far Jelaskan Hukum Ucapan Selamat Natal bagi Muslim: Saya Cenderung Membolehkan
Hadis ini sering dijadikan dalil oleh para ulama untuk melarang umat Islam mengikuti atau menyerupai ritual ibadah agama lain, termasuk Natal.
Meskipun maksud dari larangan ini tidak berarti menolak toleransi, tetapi lebih kepada menjaga identitas dan keimanan seorang Muslim.
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya, Ahkam Ahl Adz-Dzimmah, menjelaskan bahwa menghadiri perayaan keagamaan non-Muslim, termasuk Natal, dikhawatirkan akan melemahkan prinsip akidah seorang Muslim.
Ia menekankan bahwa toleransi tidak berarti mencampurkan keyakinan atau ikut serta dalam ritual yang bertentangan dengan syariat Islam.
Namun, Islam tetap menanamkan nilai-nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap pemeluk agama lain.
Dalam konteks sosial, umat Islam dianjurkan untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga dan teman non-Muslim, termasuk dengan memberikan ucapan selamat dalam bentuk yang netral, seperti "Semoga damai dan kebahagiaan menyertai Anda." Tindakan ini mencerminkan akhlak mulia Islam tanpa melibatkan aspek ibadah.
Kesimpulannya, mengikuti Misa Natal tidak dibolehkan dalam Islam karena melibatkan aspek ibadah yang bertentangan dengan akidah tauhid. Toleransi sejati adalah menjaga hubungan baik tanpa mengorbankan prinsip keyakinan.
Meski demikian, umat Islam tetap dapat menunjukkan sikap toleransi dan kasih sayang kepada umat Kristiani dalam bentuk-bentuk lain yang tidak melibatkan pelanggaran syariat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










