Akurat

Quraish Shihab Soal Muslim Mengucapkan Selamat Natal: Boleh dan Tak Berdosa

Fajar Rizky Ramadhan | 24 Desember 2024, 09:00 WIB
Quraish Shihab Soal Muslim Mengucapkan Selamat Natal: Boleh dan Tak Berdosa

AKURAT.CO Setiap tahun, momentum Natal pada bulan Desember kerap memunculkan perdebatan di kalangan umat Muslim Indonesia.

Salah satu topik yang sering menjadi diskusi adalah hukum mengucapkan selamat Hari Natal kepada saudara, teman, atau tetangga yang merayakan momen tersebut pada 25 Desember.

Mengenai hal ini, Quraish Shihab, seorang ulama dan ahli tafsir terkemuka, memberikan pandangannya.

Menurutnya, mengucapkan selamat Hari Natal kepada umat Kristiani yang merayakannya adalah tindakan yang dibolehkan dan tidak berdosa.

Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa ucapan tersebut tidak akan memengaruhi akidah seorang Muslim.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kegiatan Islami di Libur Natal Cuti Bersama

Sebagai dasar kebolehannya, Quraish Shihab mengacu pada QS. Maryam ayat 33:

“Was-salāmu 'alayya yauma wulittu wa yauma amụtu wa yauma ub'aṡu ḥayyā”

Artinya: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an sendiri terdapat ungkapan seperti itu, dan Nabi Isa a.s. adalah yang pertama kali mengucapkannya saat lahir ke dunia dengan berkata, “Salam sejahtera bagiku pada kelahiranku.”

Quraish Shihab juga menegaskan bahwa ucapan selamat Hari Natal boleh disampaikan selama pengucapnya tetap meyakini bahwa Isa a.s. adalah seorang nabi dan rasul Allah, bukan anak Allah.

Fenomena perdebatan tentang hukum mengucapkan selamat Natal ini lebih banyak terjadi di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Di negara-negara lain, isu seperti ini tidak menjadi perhatian besar.

Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman agama, diharapkan dapat menjadi contoh bagi dunia dengan mengedepankan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan saling menghormati.

Hal ini penting mengingat berdirinya Indonesia melibatkan semua kelompok agama, bukan hanya satu golongan tertentu.

Baca Juga: Belajar Toleransi dari Nabi Muhammad SAW saat Tiba Perayaan Natal

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mengucapkan selamat Hari Natal kepada keluarga, teman, atau kerabat Kristiani tidaklah bertentangan dengan ajaran Islam, selama pengucapnya tetap memegang keyakinan bahwa Isa adalah nabi dan rasul Allah, bukan anak Allah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.