Akurat

Quraish Shihab Raih Habibie Prize 2025, Ini Alasan yang Melatarbelakanginya

Fajar Rizky Ramadhan | 11 November 2025, 06:24 WIB
Quraish Shihab Raih Habibie Prize 2025, Ini Alasan yang Melatarbelakanginya

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menganugerahkan Habibie Prize 2025 kepada lima ilmuwan nasional yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Salah satu penerima penghargaan tahun ini adalah Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A., yang memperoleh penghargaan untuk bidang Ilmu Filsafat, Agama, dan Kebudayaan.

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya dalam memperkuat dialog antara sains dan agama serta pengembangan pemikiran keislaman yang moderat dan inklusif.

Melalui karya dan pemikirannya, Quraish Shihab dinilai mampu menjembatani ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan dan kontekstual dengan zaman.

Selain Quraish Shihab, empat ilmuwan lain juga menerima penghargaan serupa di bidang berbeda. Untuk Ilmu Pengetahuan Dasar, Habibie Prize diberikan kepada Dr. rer. nat. Rino Rakhmata Mukti, S.Si., M.Sc. atas risetnya di bidang kimia material yang berfokus pada solusi berkelanjutan di sektor energi dan lingkungan.

Baca Juga: Bukan Karena Pernah Jadi Presiden, Ini Alasan Gus Dur Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Di bidang Ilmu Rekayasa, penghargaan diraih oleh Prof. Dr. Anuraga Jayanegara, S.Pt., M.Sc. berkat kontribusinya dalam riset nutrisi pakan dan sistem pertanian berkelanjutan berbasis rekayasa peternakan.

Untuk Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi, penghargaan diberikan kepada R. Tedjo Sasmono, S.Si., Ph.D., yang dikenal dengan riset bioteknologi molekuler serta pengembangan sistem diagnosis penyakit infeksi di Indonesia.

Sementara itu, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. menerima penghargaan pada bidang Ilmu Sosial, Ekonomi, Politik, dan Hukum atas perannya dalam mengembangkan sistem hukum dan kelembagaan negara yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan atas capaian ilmiah, tetapi juga simbol harapan agar semangat inovasi, integritas, dan dedikasi terhadap kemajuan bangsa terus hidup dalam diri generasi penerus Indonesia,” ujar Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek BRIN, Edy Giri Rachman Putra, di Gedung B.J. Habibie, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).

Habibie Prize merupakan bentuk apresiasi tertinggi negara bagi ilmuwan dan pakar yang mendedikasikan karya serta penelitiannya untuk kemajuan bangsa. Penghargaan ini juga menjadi sarana memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Indonesia, serta menumbuhkan semangat ilmiah di kalangan generasi muda.

Baca Juga: Bertemu Prabowo, Quraish Shihab: Tuntutan 17+8 Dipahami dan Diterima

Nama penghargaan ini diambil dari sosok Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden Republik Indonesia ke-3 sekaligus Menteri Riset dan Teknologi periode 1979–1998, yang dikenal sebagai tokoh visioner dan pelopor teknologi nasional. “Gagasan, dedikasi, dan keteladanannya terus menginspirasi berbagai generasi ilmuwan Indonesia hingga saat ini,” kata Edy.

Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-26 Habibie Prize yang menandai konsistensi BRIN dalam memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Ajang ini juga didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Dana Abadi Penelitian sebagai bentuk komitmen berkelanjutan untuk memberikan apresiasi kepada para ilmuwan unggul Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.