AKURAT.CO Dalam pandangan Islam, hubungan antara laki-laki dan perempuan telah diatur dengan sangat jelas.
Allah telah menetapkan batasan dan hukum agar manusia menjaga kesucian diri serta menghindari perbuatan yang dilarang.
Ketika seorang laki-laki menjalin hubungan dengan waria, perbuatan ini menjadi persoalan serius yang melibatkan berbagai pelanggaran syariat sekaligus.
Waria, atau individu yang menyerupai lawan jenis baik dalam penampilan maupun perilaku, termasuk dalam kategori perilaku yang tidak sesuai dengan fitrah manusia sebagaimana diciptakan oleh Allah.
Dalam Islam, menyerupai lawan jenis merupakan perbuatan yang diharamkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ
"Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan, dan perempuan yang menyerupai laki-laki." (HR. Bukhari no. 5885)
Hadis ini menunjukkan bahwa perilaku menyerupai lawan jenis merupakan dosa besar. Seorang laki-laki yang memiliki hubungan dengan waria berarti mendukung atau bahkan mengafirmasi perilaku yang sudah jelas-jelas dilaknat oleh Allah.
Baca Juga: Bimo Aryo Selingkuh dengan Maela Asila, Ini Larangan Jadi Pelakor dalam Islam!
Selain itu, hubungan dengan waria juga dapat dikategorikan sebagai zina apabila terdapat hubungan seksual di luar pernikahan yang sah. Zina sendiri adalah dosa besar yang ancamannya telah disebutkan dalam Al-Qur'an;
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra’: 32)
Dalam hal ini, seorang laki-laki yang menjalin hubungan dengan waria tidak hanya melanggar satu dosa, melainkan dua.
Pertama, ia telah mendukung perilaku menyimpang dari fitrah yang dilaknat Allah, dan kedua, ia terjatuh dalam zina yang merupakan perbuatan keji.
Selain itu, fenomena memiliki "simpanan" juga menunjukkan perilaku tidak bertanggung jawab, pengkhianatan, dan hilangnya rasa malu.
Islam memerintahkan umatnya untuk menjaga diri dari perbuatan keji serta menjunjung tinggi akhlak mulia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ
"Malu adalah bagian dari iman."(HR. Muslim no. 35)
Perilaku menyimpan hubungan dengan waria secara sembunyi-sembunyi bertentangan dengan sifat malu dan akhlak yang diajarkan Islam. Hal ini juga bisa merusak tatanan keluarga dan masyarakat.
Sebagai penutup, penting bagi setiap Muslim untuk memahami bahwa hubungan yang tidak sesuai dengan syariat hanya akan membawa kesengsaraan di dunia dan akhirat.
Allah telah menetapkan aturan bukan untuk memberatkan manusia, melainkan untuk melindungi mereka dari kehancuran.
Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Istri Lakukan saat Tahu Suaminya Selingkuh, Perspektif Islam
Oleh karena itu, jauhilah perbuatan seperti ini dan bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh. Sebagaimana firman-Nya:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222).
Semoga kita semua senantiasa diberikan hidayah untuk tetap berada di jalan yang lurus dan terhindar dari perbuatan yang dimurkai Allah.