Akurat Logo

5 Hal yang Perlu Istri Lakukan saat Tahu Suaminya Selingkuh, Perspektif Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 4 November 2024, 12:30 WIB
5 Hal yang Perlu Istri Lakukan saat Tahu Suaminya Selingkuh, Perspektif Islam

AKURAT.CO Mengetahui bahwa suami telah berselingkuh adalah ujian yang sangat berat bagi seorang istri.

Dalam situasi seperti ini, Islam menawarkan pedoman yang bisa menjadi pegangan agar tindakan istri tetap berada di jalan yang diridhai Allah.

Berdasarkan ajaran Islam, berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh seorang istri dalam menghadapi perselingkuhan suami.

Pertama, saat menghadapi ujian besar seperti ini, seorang istri hendaknya bersabar. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 153:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Dalam Islam, kesabaran adalah salah satu sikap yang paling dihargai. Meski perasaan terluka dan dikhianati sulit dihindari, namun dengan bersabar, istri akan mendapat kekuatan untuk mengendalikan diri.

Allah menjanjikan keberkahan bagi mereka yang bersabar dalam menghadapi musibah dan tidak membiarkan emosinya menguasai mereka.

Baca Juga: Ustadz Solihin Hasibuan Palembang Meninggal Dunia, Tinggalkan Duka bagi Calon Wali Kota Palembang

Kedua, sebelum mengambil langkah lebih lanjut, istri dapat mencoba untuk mengklarifikasi dan berdiskusi dengan suaminya. Islam sangat menghargai komunikasi yang baik antara suami istri, dan Allah berfirman dalam surah An-Nisa ayat 128:

وَالصُّلْحُ خَيْرٌ

“Dan perdamaian itu lebih baik.”

Islam mengajarkan bahwa komunikasi adalah jalan untuk menyelesaikan masalah. Istri hendaknya berbicara dengan suaminya secara terbuka untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan mencoba mencari solusi yang mungkin bisa menyelamatkan pernikahan mereka.

Dalam beberapa kasus, perselingkuhan mungkin terjadi karena kurangnya komunikasi atau masalah yang belum terselesaikan dalam rumah tangga.

Ketiga, memperbanyak doa kepada Allah agar diberi petunjuk dan ketenangan hati. Istri hendaknya selalu mengingat Allah dalam menghadapi situasi seperti ini, karena Allah adalah sebaik-baiknya tempat berlindung. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Dengan berdoa, istri bisa mendekatkan diri kepada Allah, memohon kekuatan dan petunjuk dalam mengambil keputusan yang tepat. Terkadang, doa bisa menjadi sarana untuk menenangkan hati dan membuka jalan penyelesaian.

Keempat, mempertimbangkan untuk memaafkan suaminya jika memang ada kesungguhan untuk berubah. Dalam Islam, memaafkan adalah sikap yang sangat dianjurkan, sebagaimana firman Allah dalam surah An-Nur ayat 22:

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?”

Memaafkan suami yang bersalah bukanlah hal yang mudah, namun jika ia menunjukkan penyesalan dan kesungguhan untuk memperbaiki diri, maka memaafkan bisa menjadi jalan terbaik untuk menyelamatkan rumah tangga. Tentu saja, memaafkan bukan berarti melupakan, tetapi menunjukkan bahwa ada niat untuk memperbaiki hubungan ke arah yang lebih baik.

Kelima, jika semua usaha telah dilakukan dan perselingkuhan masih berlanjut, Islam memberikan pilihan terakhir yaitu perceraian. Meski perceraian adalah jalan yang tidak disukai, dalam kondisi tertentu hal ini diizinkan. Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللَّهِ الطَّلاَقُ

“Perkara halal yang paling dibenci Allah adalah talak.”

Baca Juga: Siti Septi Ariyanti Diselingkuhi saat Dirinya Umroh, Apakah Umrohnya Salah?

Namun, dalam situasi di mana suami tidak menunjukkan penyesalan dan justru terus melakukan hal-hal yang mengkhianati istri, perceraian bisa menjadi pilihan terakhir demi menjaga harga diri dan mental istri.

Islam memberikan hak kepada istri untuk mengajukan perceraian jika kehidupan rumah tangganya tidak lagi sesuai dengan prinsip keadilan dan kasih sayang.

Sebagai penutup, Islam mengajarkan untuk selalu bersandar pada Allah dalam setiap ujian hidup.

Ujian seperti ini tentu tidak mudah, namun melalui kesabaran, doa, dan kebijakan dalam mengambil keputusan, seorang istri dapat menghadapi permasalahan dengan cara yang sesuai dengan tuntunan agama.

Allah selalu bersama hamba-Nya yang bersabar, memohon petunjuk, dan mencari solusi terbaik sesuai dengan ajaran-Nya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.