Akurat

Kedudukan Laki-laki dan Wanita dalam Islam, Apakah Setara?

Fajar Rizky Ramadhan | 24 Agustus 2024, 07:30 WIB
Kedudukan Laki-laki dan Wanita dalam Islam, Apakah Setara?

AKURAT.CO Islam adalah agama yang diturunkan untuk seluruh umat manusia dan mengajarkan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan.

Salah satu topik yang sering dibahas dalam konteks ini adalah kedudukan laki-laki dan wanita dalam Islam.

Banyak yang bertanya-tanya apakah laki-laki dan wanita memiliki kedudukan yang setara dalam pandangan Islam.

Kedudukan Laki-laki dan Wanita dalam Islam

Islam mengakui bahwa laki-laki dan wanita diciptakan dengan karakteristik yang berbeda, namun keduanya memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah dalam hal kemuliaan dan tanggung jawab spiritual.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

Dalil Pertama

"Ya ayyuhannasu ittaquu rabbakumu allathee khalaqakum min nafsin wahidatin wakhalaqa minha zawjaha wabaththa minhuma rijalan katheeran wanisaa'an; wattaquu Allaha allathee tasaaloona bihi wal-arhaam; inna Allaha kaana 'alaykum raqeeba"

Artinya: "Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan darinya Allah menciptakan pasangannya (Hawa); dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. An-Nisa: 1).

Baca Juga: Konsep Demonstrasi dalam Pandangan Islam, Tinjauan Dalil-dalil Syariah

Ayat ini menunjukkan bahwa laki-laki dan wanita berasal dari sumber yang sama, yaitu dari diri yang satu (nafsin wahidatin), sehingga keduanya memiliki asal-usul yang sama di mata Allah. Ini menegaskan bahwa tidak ada perbedaan dari segi penciptaan antara laki-laki dan wanita.

Dalil Kedua

"Man 'amila saalihan min dhakarin aw unthaa wahuwa mu'minun falanuhyiyannahu hayaatan tayyibatan walajziyyannahum ajrahum bi ahsani maa kaanoo ya'maloon."

Artinya: "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan benar-benar akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97)

Dalam ayat ini, Allah SWT menegaskan bahwa siapa pun yang melakukan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, akan diberi ganjaran yang sama oleh Allah. Ini menunjukkan bahwa Islam memandang kedudukan spiritual laki-laki dan wanita sebagai setara.

Dalil Ketiga

"Innna akramakum 'inda Allahi atqakum"

Artinya: "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa." (QS. Al-Hujurat: 13)

Ayat ini menegaskan bahwa ukuran kemuliaan di sisi Allah bukanlah berdasarkan jenis kelamin, melainkan takwa. Oleh karena itu, baik laki-laki maupun wanita bisa mencapai derajat kemuliaan yang sama jika mereka bertakwa kepada Allah.

Dari dalil-dalil di atas, dapat disimpulkan bahwa Islam mengajarkan kesetaraan antara laki-laki dan wanita dalam hal kedudukan spiritual dan tanggung jawab di hadapan Allah.

Baca Juga: Open Marriage dalam Pandangan Islam, Begini Penjelasannya

Meskipun terdapat perbedaan peran dalam kehidupan sosial dan keluarga, hal ini tidak menunjukkan bahwa salah satu jenis kelamin lebih superior dari yang lain.

Sebaliknya, Islam menekankan bahwa baik laki-laki maupun wanita memiliki hak dan tanggung jawab yang harus dipenuhi sesuai dengan fitrah dan peran masing-masing.

Oleh karena itu, dalam pandangan Islam, laki-laki dan wanita adalah setara dalam kedudukan mereka sebagai hamba Allah, dengan ukuran kemuliaan yang ditentukan oleh tingkat ketakwaan dan amal saleh mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.