Jamaah Islamiyah Bubar, Ini Sejarah Pembentukan, Ajaran-ajaran, dan Kontroversinya di Indonesia

AKURAT.CO Organisasi Jamaah Islamiyah (JI) membubarkan diri pada Minggu (30/6/2024) di Bogor Jawa Barat.
Melalui unggahan video sebuah akun YouTube, tokoh dan anggota-anggota senior JI sepakat untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam video yang beredar, belasan orang yang disebut sebagai tokoh JI dan diketahui pernah menjadi pemimpin atau amir, yang bernama Abu Rusdan.
Sejarah Jamaah Islamiyah (JI)
Jamaah Islamiyah (JI) adalah sebuah organisasi teroris yang dikenal luas di kawasan Asia Tenggara.
Organisasi ini didirikan pada tahun 1993 oleh Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir, dua ulama radikal Indonesia yang melarikan diri ke Malaysia pada tahun 1985 untuk menghindari penangkapan oleh rezim Orde Baru di Indonesia.
Pada awalnya, JI merupakan cabang dari Darul Islam, sebuah gerakan Islam radikal yang berusaha mendirikan negara Islam di Indonesia.
Jamaah Islamiyah tumbuh dan berkembang pesat dengan dukungan dari berbagai kelompok radikal di wilayah Asia Tenggara, termasuk dukungan dari Al-Qaeda.
Mereka memanfaatkan hubungan dengan berbagai kelompok teroris internasional untuk mendapatkan pelatihan, pendanaan, dan logistik.
Baca Juga: Hari Kebaya Nasional Dirayakan 24 Juli, Ini Hukum Merayakan Tradisi dan Budaya Menurut Islam
Ajaran-ajaran
Jamaah Islamiyah mengadopsi ideologi Salafi Jihadis, yang menggabungkan ajaran puritan Islam Salafi dengan prinsip-prinsip jihad. Berikut adalah beberapa ajaran utama JI:
1. Pendirian Negara Islam:
Tujuan utama JI adalah mendirikan negara Islam di seluruh Asia Tenggara yang diatur berdasarkan hukum Syariah. Mereka bercita-cita untuk membangun kembali Khilafah Islamiyah.
2. Jihad Fisabilillah:
JI percaya bahwa jihad atau perang suci melawan musuh-musuh Islam adalah kewajiban setiap Muslim. Mereka meyakini bahwa jihad adalah satu-satunya cara untuk mencapai tujuan mereka.
3. Takfir:
JI mengadopsi konsep takfir, di mana mereka menganggap Muslim yang tidak sepaham dengan mereka sebagai kafir. Hal ini memungkinkan mereka untuk menghalalkan kekerasan terhadap Muslim lain yang dianggap murtad atau munafik.
4. Anti-Barat:
JI sangat anti-Barat dan menentang segala bentuk pengaruh Barat di negara-negara Muslim. Mereka menganggap Barat, terutama Amerika Serikat dan sekutunya, sebagai musuh utama Islam.
Kontroversi di Indonesia
Jamaah Islamiyah telah terlibat dalam berbagai aksi teror yang menimbulkan kontroversi dan ketakutan di Indonesia serta negara-negara tetangga. Beberapa peristiwa terkenal yang melibatkan JI antara lain:
1. Bom Bali 2002:
Serangan bom di Bali pada 12 Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang, termasuk banyak turis asing, adalah salah satu serangan teror paling mematikan di Asia Tenggara. Serangan ini direncanakan dan dilaksanakan oleh anggota JI.
2. Bom Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton 2009:
Serangan bom kembar di dua hotel mewah di Jakarta pada 17 Juli 2009 menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. Serangan ini juga dikaitkan dengan JI.
3. Pemboman Kedutaan Besar Australia 2004:
Serangan bom di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada 9 September 2004 menewaskan 9 orang dan melukai lebih dari 150 lainnya. JI mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.
Baca Juga: Jihan Anjani Putri Dijodohkan dengan Pegi Setiawan, Apa Hukum Menjodohkan Orang Lain dalam Islam?
Upaya Penanggulangan
Pemerintah Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk memberantas Jamaah Islamiyah dan menanggulangi ancaman terorisme. Upaya ini meliputi:
1. Penangkapan dan Penindakan
Aparat keamanan Indonesia telah berhasil menangkap dan menindak sejumlah besar anggota JI, termasuk para pemimpin utamanya.
2. Program Deradikalisasi
PemerintahIndonesia melaksanakan program deradikalisasi untuk membujuk para ekstremis untuk meninggalkan ideologi radikal mereka dan kembali ke masyarakat.
3. Kerjasama Regional
Negara-negaradi Asia Tenggara memperkuat kerjasama regional dalam bidang intelijen dan keamanan untuk menangkal ancaman terorisme yang bersifat lintas negara.
Jamaah Islamiyah adalah salah satu organisasi teroris paling berbahaya di Asia Tenggara yang telah menorehkan sejarah kelam melalui berbagai aksi kekerasan dan teror.
Upaya penanggulangan yang terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan negara-negara lain di kawasan ini diharapkan dapat menghentikan pengaruh dan aktivitas mereka.
Masyarakat juga perlu terus meningkatkan kewaspadaan dan mendukung upaya deradikalisasi agar perdamaian dan keamanan dapat terwujud di wilayah ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










