Akurat

Solo Leveling Season 2 Anime, Apakah Ada Kaitannya dengan Nilai-Nilai Islam?

Lufaefi | 4 Januari 2025, 16:16 WIB
Solo Leveling Season 2 Anime, Apakah Ada Kaitannya dengan Nilai-Nilai Islam?

AKURAT.CO Anime Solo Leveling telah menjadi fenomena yang menarik perhatian banyak penggemar di seluruh dunia.

Dengan latar belakang cerita yang epik, karakter yang dinamis, dan alur penuh aksi, Solo Leveling menyuguhkan perjalanan protagonisnya, Sung Jin-Woo, dalam menggapai kekuatan dari seorang pemburu biasa hingga menjadi sosok terkuat di dunia.

Dengan diumumkannya Solo Leveling Season 2 Anime, muncul pertanyaan: apakah ada nilai-nilai Islam yang dapat diambil dari kisah ini?

Secara langsung, Solo Leveling tidak dirancang berdasarkan nilai-nilai agama tertentu, termasuk Islam.

Namun, jika kita memerhatikan lebih dalam tema-tema universal dalam anime ini, kita dapat menemukan beberapa elemen yang selaras dengan ajaran Islam, seperti perjuangan, tanggung jawab, dan kepercayaan kepada kekuatan yang lebih besar.

Dalam Islam, perjuangan atau jihad adalah konsep yang sering ditekankan. Jihad tidak selalu berarti perang fisik, tetapi juga meliputi perjuangan melawan hawa nafsu, keterbatasan diri, dan tantangan hidup.

Dalam Solo Leveling, Sung Jin-Woo menunjukkan perjuangan yang tak kenal lelah untuk melindungi orang-orang yang ia cintai dan mengatasi batas dirinya, yang mencerminkan semangat jihad dalam bentuk pengendalian diri dan tanggung jawab.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya." (QS. An-Najm: 39).

Baca Juga: Akun FF Sultan Gratis Viral, Islam Beri Pesan Agar Berhati-hati dalam Menerima Sesuatu yang Gratisan

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa usaha keras dan ikhtiar adalah jalan utama untuk mencapai hasil. Dalam anime ini, Jin-Woo tidak hanya menerima kekuatan begitu saja.

Ia harus berusaha, berlatih, dan menghadapi tantangan berbahaya untuk menjadi lebih kuat.

Prinsip ini sejalan dengan keyakinan Islam bahwa setiap keberhasilan datang dari usaha manusia, dengan izin Allah SWT.

Selain itu, tema tanggung jawab juga kuat dalam cerita Solo Leveling. Ketika Jin-Woo menerima kekuatan yang besar, ia menyadari bahwa kekuatan itu datang dengan beban tanggung jawab untuk melindungi dunia dari ancaman monster.

Dalam Islam, konsep tanggung jawab ini disebut sebagai amanah. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikulnya dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, lalu dipikullah amanah itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh." (QS. Al-Ahzab: 72)

Jin-Woo menyadari bahwa kekuatannya bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain. Hal ini mencerminkan ajaran Islam bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab kepada Allah, kepada sesama manusia, dan kepada alam semesta.

Baca Juga: Kapan Squid Game 3 Dirilis? Simak Bocoran Cerita dan Tanggal Rilisnya

Terakhir, kisah Solo Leveling juga dapat dikaitkan dengan konsep tawakal, yaitu menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah berusaha sebaik mungkin.

Dalam perjalanannya, Jin-Woo sering menghadapi situasi di luar kendalinya, namun ia terus maju dengan keyakinan pada tujuannya. Dalam Islam, Allah SWT berfirman:

"Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal." (QS. Ali 'Imran: 159)

Meskipun Solo Leveling tidak mengajarkan nilai-nilai Islam secara eksplisit, elemen-elemen universal dalam ceritanya dapat menginspirasi kita untuk merenungkan prinsip-prinsip Islam seperti usaha, amanah, dan tawakal.

Anime ini mengingatkan kita bahwa perjalanan hidup, dengan segala tantangannya, adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.