AKURAT.CO Ustadz Adi Hidayat (UAH) ramai diperbincangkan di sosial media sebagai calon pengganti Gus Miftah atau Miftah Maulana Habiburrahman sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Umat Beragama dan Sarana Keagamaan.
UAH sendiri dikenal sebagai pendakwah yang lugas dan mendalam dalam menyampaikan ceramahnya, tak jarang melontarkan pandangan yang menjadi bahan perbincangan publik.
Beberapa pernyataan beliau bahkan menimbulkan kontroversi dan memicu polemik di tengah masyarakat.
Berikut adalah lima pernyataan kontroversial Ustadz Adi Hidayat yang sempat menarik perhatian publik:
1. Kritik terhadap Kebijakan TOA Masjid
Ustadz Adi Hidayat turut mengomentari kebijakan penggunaan pengeras suara (TOA) di masjid yang sempat menuai pro dan kontra. Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang membandingkan aturan penggunaan TOA dengan gonggongan anjing menjadi sorotan utama. Dalam pandangannya, UAH menekankan pentingnya kebijakan yang bijak dan substansial dari pejabat publik agar mampu menyatukan masyarakat, bukan sebaliknya.
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Pengganti Gus Miftah? Ini Riwayat Pendidikannya
2. Identitas Sejarah Pattimura
Dalam salah satu ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat mengangkat pembahasan sejarah Indonesia dengan menyebutkan bahwa Pattimura adalah seorang muslim bernama Ahmad Lussy. Pandangan ini berbeda dengan narasi sejarah yang dikenal luas bahwa Pattimura adalah Thomas Matulessy. Pernyataan ini memicu diskusi di kalangan akademisi dan masyarakat.
3. Asal-Usul Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56
Ustadz Adi Hidayat juga membahas sejarah hibah Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, yang menjadi lokasi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Beliau mengungkapkan bahwa tanah tersebut diberikan oleh seorang pengusaha keturunan Yaman bernama Syekh Faradj Martak. Pendapat ini memberikan sudut pandang baru terhadap sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
4. Pandangan tentang Non-Muslim dan Surga
Dalam ceramahnya, UAH menyampaikan bahwa non-Muslim tidak akan masuk surga meskipun mereka memiliki amal baik. Pernyataan ini menimbulkan perdebatan tentang konsep keadilan Allah, terutama dalam membedakan hukum dunia dengan hukum akhirat. Pandangan ini mendapat tanggapan beragam, baik dari kalangan muslim maupun non-muslim.
5. Tanggapan atas Podcast Kontroversial Deddy Corbuzier
UAH turut menyoroti podcast Deddy Corbuzier yang menghadirkan pasangan gay sebagai bintang tamu. Beliau mengingatkan agar orang-orang beriman tidak memfasilitasi perilaku yang menyimpang, seperti zina, LGBT, atau tindakan lain yang dilarang agama. UAH juga menegaskan bahaya dosa jariyah yang dapat ditimbulkan dari tindakan tersebut.
Baca Juga: Sunhaji Minta Prabowo Tolak Pengunduran Diri Gus Miftah, Sampaikan Harapan dengan Penuh Emosi
Dari berbagai pernyataan di atas, jelas bahwa Ustadz Adi Hidayat tidak hanya membahas isu-isu keagamaan, tetapi juga kerap menyentuh topik sosial, sejarah, dan kebijakan publik. Meski menuai pro dan kontra, pandangan beliau membuka ruang diskusi yang luas di tengah masyarakat.
Ustadz Adi Hidayat terus menjadi figur yang diperhatikan, baik oleh para pendukungnya maupun oleh mereka yang memiliki pandangan berbeda.