Akurat

Jejak Kontroversi Da'i Muda Elham Yahya, Dihujat se-Indonesia

Fajar Rizky Ramadhan | 15 November 2025, 13:18 WIB
Jejak Kontroversi Da'i Muda Elham Yahya, Dihujat se-Indonesia

AKURAT.CO Nama Elham Yahya Luqman atau Gus Elham kembali mengguncang ruang publik setelah sejumlah video yang menampilkan dirinya mencium anak-anak perempuan menjadi viral di media sosial. Video itu memperlihatkan Gus Elham beberapa kali mencium pipi hingga bibir anak-anak, dan sontak memicu kecaman luas dari masyarakat, tokoh agama, hingga pejabat negara.

Permintaan Maaf yang Mengemuka Setelah Video Viral

Merespons polemik tersebut, Gus Elham akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menyebut video yang beredar adalah konten lama, telah dihapus, dan dilakukan saat anak-anak sedang berada dalam pengawasan orang tua mereka. Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Dengan penuh kerendahan hati… saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.

Meski begitu, klarifikasi tersebut tidak serta-merta meredakan amarah publik. Banyak pihak menilai tindakan itu telah melewati batas dan merusak prinsip etika seorang pendakwah.

Kritik PBNU: Menodai Martabat Dakwah

Ketua PBNU, Alissa Wahid, menyayangkan tindakan Elham dan menyebutnya sebagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan nilai dakwah Islam yang ramah, santun, dan penuh hikmah.

“Perilaku itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan,” tegas Alissa.

Ia mengingatkan bahwa kiai, nyai, dan para pendakwah adalah figur uswatun hasanah, yang seharusnya menjaga martabat diri dan menunjukkan akhlak yang bisa ditiru.

Baca Juga: Kasus Gus Elham, Menteri PPPA Ingatkan Publik Waspadai Child Grooming dan Relasi Kuasa

MUI Jawa Timur: Haram dan Tak Sesuai Teladan Rasulullah

Sekretaris MUI Jatim, KH Hasan Ubaidillah, bahkan menegaskan bahwa tindakan mencium bibir anak perempuan yang sudah tamyiz adalah haram, apalagi dilakukan terhadap yang bukan mahram.

“Rasulullah mencium cucunya di pipi atau kening. Tapi kalau yang dipertontonkan itu mencium bibir, itu sudah di luar batas kewajaran,” ujarnya.

MUI menilai permintaan maaf Gus Elham sebagai pengakuan kekhilafan, namun tetap menegaskan pentingnya pembinaan bagi para pendakwah agar kejadian serupa tidak terulang.

Respons Kementerian Agama: Jangan Digeneralisir

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut tindakan ini bertentangan dengan nilai moralitas dan harus menjadi musuh bersama. Namun ia mengingatkan publik untuk tidak mengeneralisirnya ke seluruh lembaga keagamaan, karena kasus tersebut dilakukan oleh individu.

Ia menambahkan bahwa Kemenag telah memperkuat pembinaan pada pesantren untuk mencegah potensi penyimpangan serupa.

Peringatan Keras dari Menteri PPPA: Waspadai Child Grooming

Menteri PPPA Arifah Fauzi juga ikut bersuara lantang. Baginya, tindakan itu berpotensi menimbulkan dampak psikologis serius bagi anak dan mengandung unsur relasi kuasa yang berbahaya.

“Perilaku yang melibatkan sentuhan fisik tanpa persetujuan, apalagi dilakukan oleh orang dewasa kepada anak, berpotensi menjadi pelecehan,” tegasnya.

Arifah mengingatkan masyarakat akan praktik child grooming, yaitu manipulasi emosional yang membuat anak sulit menolak atau melapor saat menghadapi perilaku tidak pantas.

PKB hingga DPR: Pendakwah Harus Menjadi Teladan

Anggota DPR dari PKB, Maman Imanulhaq, menyebut tindakan Gus Elham dapat menimbulkan trauma sosial dan mendesak PBNU untuk memberikan teguran tegas serta pembinaan.

“Tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan, bukan menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.

Rais Aam PBNU Desak Aparat Bertindak

Seruan paling keras datang dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Ia meminta agar aparat tidak pasif dan segera menindak secara hukum.

“Kelakuannya itu merusak… bila perlu diberi sanksi yang menjerakan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa PBNU hanya bisa memberikan sanksi administratif, sementara tindakan hukum harus dilakukan pihak berwenang.

Baca Juga: Arab Saudi–Indonesia Sepakati Aturan Baru Haji 2026: Larang Bayar Dam Lewat Makelar

Gelombang Kritik yang Tak Mereda

Kontroversi Gus Elham menunjukkan bahwa publik kini semakin sensitif terhadap isu kekerasan maupun pelecehan terhadap anak, terlebih jika dilakukan oleh figur publik atau tokoh agama.

Di tengah ekspektasi masyarakat yang tinggi akan integritas pendakwah, insiden ini menimbulkan kekecewaan sekaligus perbincangan nasional mengenai batas interaksi, relasi kuasa, dan perlindungan anak.

Kasus ini belum selesai. Seruan pembinaan, teguran, hingga potensi sanksi hukum terus menguat. Satu hal yang jelas: publik berharap kasus serupa tidak lagi terjadi—dan para tokoh agama benar-benar menjaga martabat dakwah yang seharusnya mencerminkan akhlak Rasulullah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.