AKURAT.CO Malam Satu Suro, yang jatuh pada tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriyah, sering kali diwarnai dengan berbagai kepercayaan dan tradisi di kalangan masyarakat, khususnya di Indonesia.
Salah satu kepercayaan yang populer adalah adanya sengkolo atau bala yang dipercaya bisa membawa sial atau malapetaka.
Dalam pandangan Islam, segala bentuk kepercayaan yang tidak berdasar pada wahyu dan ajaran Rasulullah SAW perlu ditinjau kembali.
Artikel ini akan mengkaji perspektif Islam, khususnya berdasarkan hadits, tentang kepercayaan adanya sengkolo di malam Satu Suro.
Baca Juga: Bolehkah Puasa di Tanggal 1 Muharram alias 1 Suro? Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Kepercayaan Adanya Sengkolo
Kepercayaan adanya sengkolo di malam Satu Suro berakar pada tradisi Jawa kuno yang menganggap bulan Muharram sebagai bulan penuh bala dan malapetaka.
Orang-orang percaya bahwa pada malam tersebut, ada energi negatif atau roh jahat yang bisa membawa kesialan. Oleh karena itu, berbagai upacara adat dilakukan untuk menolak bala atau menghindari nasib buruk.
Pandangan Islam tentang Sengkolo dan Kesialan
Dalam Islam, segala bentuk kepercayaan kepada hal-hal gaib yang tidak memiliki dasar syar'i dianggap sebagai syirik atau mempersekutukan Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa atas segala sesuatu, termasuk nasib dan takdir manusia.
Hadits tentang Kepercayaan dan Tahayul
Terdapat beberapa hadits yang menjelaskan tentang kesalahan dalam mempercayai tahayul dan berbagai kepercayaan yang tidak berdasar:
-
Rasulullah SAW bersabda: "لا عَدْوَى ولا طِيَرَةَ ولا هَامَةَ ولا صَفَرَ" (Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada tahayul, tidak ada burung hantu yang membawa sial, dan tidak ada bulan safar yang membawa kesialan). (HR. Bukhari dan Muslim)
-
Rasulullah SAW juga bersabda: "مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ عَنْ حَاجَتِهِ فَقَدْ أَشْرَكَ" (Barangsiapa yang mengurungkan niatnya karena adanya tahayul, maka dia telah berbuat syirik). (HR. Ahmad)
Hadits-hadits di atas secara tegas menolak adanya kepercayaan terhadap segala bentuk tahayul, termasuk kepercayaan adanya sengkolo di malam Satu Suro.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Ini Amalan Terbaik Malam 1 Suro, Sesuai Sunah
Islam sangat menentang segala bentuk kepercayaan yang tidak berdasar pada Al-Quran dan Sunnah.
Kepercayaan adanya sengkolo di malam Satu Suro merupakan bagian dari tahayul yang tidak memiliki tempat dalam ajaran Islam.
Umat Islam diajarkan untuk selalu tawakkal dan beriman kepada Allah SWT, yang menguasai segala sesuatu di langit dan di bumi.
Dengan memahami dan menerapkan ajaran ini, kita bisa terhindar dari berbagai bentuk kepercayaan yang menyimpang dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.