Akurat

Apa Konsekuensi yang Akan Didapatkan Seseorang jika Ibadah Haji dengan Uang Haram?

Fajar Rizky Ramadhan | 13 Juni 2024, 11:10 WIB
Apa Konsekuensi yang Akan Didapatkan Seseorang jika Ibadah Haji dengan Uang Haram?

AKURAT.CO Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa biaya yang digunakan untuk melaksanakan ibadah haji haruslah berasal dari sumber yang halal.

Penggunaan uang haram untuk ibadah haji memiliki konsekuensi yang sangat serius, baik dari segi syariat maupun moral.

Konsekuensi Ibadah Haji dengan Uang Haram

Dalam Islam, sumber rezeki yang halal adalah syarat utama dalam segala bentuk ibadah, termasuk haji.

Jika seseorang melaksanakan ibadah haji dengan uang yang diperoleh dari sumber yang haram, seperti hasil korupsi, riba, atau pencurian, maka ibadah hajinya tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan beberapa hadits Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang pentingnya kehalalan rezeki dalam beribadah.

Baca Juga: DPR Prihatin Banyak Jemaah Tanpa Visa Haji Bisa ke Makkah: Kemenag Harus Berkoordinasi secara Benar dengan Pihak Saudi!

Hadits Nabi tentang Kehalalan Rezeki dalam Ibadah

Berikut adalah beberapa hadits Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya kehalalan rezeki:

Hadits dari Abu Hurairah (رضي الله عنه)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لا يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا" (رواه مسلم)

Artinya: "Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik." (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Allah hanya menerima amal yang dilakukan dengan harta yang baik dan halal. Jika seseorang menggunakan uang haram untuk beribadah, amal ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah.

Hadits dari Abu Hurairah (رضي الله عنه)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لا يَقْبَلُ إِلا طَيِّبًا، وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ" (رواه مسلم)

Artinya: "Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman dengan apa yang Dia perintahkan kepada para rasul." (HR. Muslim)

Hadits ini juga menekankan bahwa segala bentuk ibadah yang dilakukan dengan harta haram tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Baca Juga: Enam Urutan Rukun Haji yang Harus Diperhatikan Agar Ibadah Haji Sah

Konsekuensi Moral dan Spiritualitas

Selain konsekuensi tidak diterimanya ibadah, menggunakan uang haram untuk haji juga membawa dampak negatif pada aspek moral dan spiritual. Pelaku dapat merasakan ketidaktenangan batin dan kehilangan keberkahan dalam hidupnya. Uang haram yang digunakan untuk ibadah dapat merusak integritas moral dan menodai niat suci dalam beribadah.

Menggunakan uang haram untuk melaksanakan ibadah haji bukan hanya berdampak pada tidak diterimanya ibadah tersebut oleh Allah SWT, tetapi juga membawa konsekuensi buruk pada aspek moral dan spiritual.

Hadits-hadits Nabi Muhammad SAW dengan jelas menunjukkan bahwa kehalalan rezeki adalah syarat utama dalam beribadah.

Oleh karena itu, setiap Muslim yang hendak melaksanakan haji harus memastikan bahwa biaya yang digunakan berasal dari sumber yang halal agar ibadahnya diterima dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.