Akurat

Materi Kultum: Ramadhan Sebagai Bulan Turunnya Al-Qur’an

Lufaefi | 27 Maret 2024, 17:53 WIB
Materi Kultum: Ramadhan Sebagai Bulan Turunnya Al-Qur’an

AKURAT.CO Dalam penanggalan hijriyah, bulan Ramadhan menjadi bulan yang sangat istimewa bagi umat muslim sebab bulan ini memiliki begitu banyak keutamaan. Salah satu keutamaan tersebut adalah diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia sekaligus mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan.

Berikut ini merupakan materi kultum yang berkaitan dengan Ramadhan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an:

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washolatu wassalamu ‘ala asyrofil anbiya-i wal mursalin sayyidina wa maulana muhammadin, wa ‘ala alihi wa shohbihi ajmain. Amma ba’du.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Saat ini kita telah melewati pertengahan bulan suci Ramadhan, bulan yang di dalamnya terkandung begitu banyak kemuliaan dan keutamaan. Dipertemukan kembali dengan bulan yang suci ini, merupakan sebuah kenikmatan paling tinggi yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua.

Baca Juga: Materi Kultum: Istiqomah Beribadah di Bulan Ramadhan

Ramadhan juga menjadi waktu terjadinya beberapa peristiwa besar dalam sejarah agama Islam. Salah satunya adalah peristiwa diturunkannya Al-Qur’an, yang kemudian dikenal sebagai “Nuzulul Qur’an”. Peristiwa ini sekaligus menjadi salah satu bentuk keutamaan dan keistimewaan bulan suci Ramadhan.

Mengenai hal ini, Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 185, yang berbunyi:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang haq dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Hadirin yang berbahagia,

Dari ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk yang dilengkapi dengan penjelasannya serta pembeda antara kebenaran dan kesalahan bagi seluruh umat manusia. Dalam ayat tersebut juga dikatakan bahwa Al-Qur’an diwahyukan pada bulan suci Ramadhan.

Baca Juga: Materi Kultum: Rahasia dan Keutamaan Malam Nuzulul Qur'an

Dalam sebuah tafsir tahlili surat Al-Baqarah ayat 185, Al-Qur’an diturunkan bertepatan dengan pecahnya peperangan badar pada tanggal 17 Ramadhan sebagaimana yang diisyaratkan dalam surat Al-Anfal ayat 41. Selain itu, para ulama menetapkan peristiwa turunnya wahyu pertama terjadi pada malam lailatul qadar, yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Akan tetapi masih terdapat perdebatan mengenai ketetapan jatuhnya malam lailatul qadar.

Oleh sebab itu, hadirin sekalian, hendaknya kita senantiasa menghidupkan bulan Ramadhan dengan melaksanakan berbagai amalan, baik yang wajib maupun yang sunnah. Sebab akan sangat merugi jika kita melewatkan bulan yang penuh kemuliaan ini begitu saja.

Demikian yang dapat sampaikan, atas segala kekurangan dan kesalahan mohon dimaafkan,

Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi