Begini Tradisi Unik Masyarakat NTB Menyambut Bulan Suci Ramadhan

AKURAT.CO Dalam ajaran agama Islam, bulan Ramadhan diyakini sebagai bulan yang penuh dengan berkah serta ampunan dari Allah SWT. Oleh sebab itu, bulan ini dijadikan sebagai momentum bagi hampir seluruh umat muslim untuk meningkatkan ibadah.
Selain itu, umat muslim juga dianjurkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan penuh sukacita serta rasa gembira. Maka kemudian muncul berbagai macam tradisi untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan di banyak wilayah termasuk Indonesia.
Sebagai negara dengan pemeluk ajaran agama Islam terbanyak di dunia, Indonesia memiliki berbagai tradisi yang berbeda-beda dalam menyambut Ramadhan di setiap wilayahnya.
Baca Juga: 3 Tipe Hati Manusia dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Tradisi-tradisi tersebut sarat akan nilai-nilai spiritual, kekeluargaan, serta kebersamaan. Seperti contohnya tradisi-tradisi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai berikut:
1. Bebersinan
Bebersinan merupakan tradisi yang lazim dilakukan masyarakat muslim di wilayah Lombok saat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi ini dilaksanakan setiap akhir bulan Sya’ban, atau sehari sebelum tanggal satu Ramadhan.
Bebersinan sendiri berarti mandi besar atau mandi junub yang dilakukan untuk pembersihan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan. Bebersinan dapat dilakukan dimana saja seperti Air Terjun Kembang Kuning, Taman Narmada, pantai, atau bahkan di rumah masing-masing.
Tradisi unik yang juga dikenal dengan nama Penampahan ini masih terus dilaksanakan oleh masyarakat Lombok hingga saat ini.
2. Ziarah Kubur
Sama seperti sebagian masyarakat muslim Indonesia di wilayah lain, masyarakat muslim di NTB juga memiliki tradisi ziarah kubur sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Pada pelaksanaannya, masyarakat akan berziarah ke makam orang tua atau sanak saudara yang telah meninggal dunia.
Selain itu, masyarakat juga akan berziarah ke makam para ulama ataupun tokoh-tokoh agama yang disegani seperti makam Loang Baloq, makam Batu Layar, makam Tuan Guru Saleh Hambali (Lombok Barat), serta makam Tuan Guru Lopan (Lombok Tengah).
Baca Juga: Makna dan Hikmah Bulan Kabisat dalam Islam
3. Roahan
Di wilayah lain, tradisi Roahan dikenal dengan nama Ruwahan. Tradisi ini merupakan rangkaian acara yang terdiri atas pengajian atau tahlilan bersama yang dapat dilaksanakan di masjid, musala, ataupun di rumah warga sekitar. Tradisi Roahan dilaksanakan setelah ziarah kubur dan bermaaf-maafan antar sesama.
Tradisi ini dihadiri oleh keluarga besar, tokoh-tokoh agama, serta para tetangga. Roahan nantinya akan diakhiri dengan menyantap makanan-makanan khas Lombok yang sudah disiapkan oleh masyarakat.
4. Junjung Pasaji dan Makan Barema
Junjung Pasaji menjadi sebuah permulaan dalam acara Mangan Barema (makan bersama). Para perempuan yang mengenakan pakaian adat akan beriringan sambil menjunjung sajian makanan menuju kantor desa setempat. Makanan yang dibawa akan digunakan untuk menjamu tamu kehormatan yang hadir dalam acara Makan Barema.
Tradisi ini dilaksanakan di Desa Tatede, Kecamatan Lopok, Sumbawa guna menyambut datangnya bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan.
Demikian tradisi-tradisi unik dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Tradisi-tradisi yang sarat akan nilai-nilai agama serta kebersamaan itu lazimnya terlaksana di wilayah Lombok dan Sumbawa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










