7 Cara Sahabat Nabi Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan

AKURAT.CO Bulan Ramadhan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah. Pada bulan ini, seluruh umat muslim wajib menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Semua umat muslim di berbagai penjuru dunia sangat menantikan datangnya bulan Ramadhan. Sebab di bulan ini, Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya bagi semua hamba-Nya.
Kala waktu ini, pintu surga akan dibuka dan pintu neraka akan ditutup. Maka dari itu kita harus menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan perasaan gembira.
Baca Juga: Apa Itu Sidang Isbat Ramadhan? Ini 5 Negara di Dunia yang Melakukan Sidang Isbat
Berikut ini cara sahabat nabi menyambut datangnya bulan Ramadhan yang dikutip dari dalamislam.com diantaranya, yaitu:
1. Berdo’a kepada Allah
Dulu para sahabat menyambut bulan puasa semenjak enam bulan sebelumnya dengan cara berdo’a kepada Allah. Para Ulama’ menyebutkan bahwa,
“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang bulan Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.”
2. Bertaubat dan Memohon Ampunan kepada Allah
Para sahabat nabi juga bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa dan khilaf yang dilakukan di masa lalu. Amalan ini bahkan dilakukan selama 6 bulan berturut-turut sebelum bulan Ramadhan.
Hal ini menunjukkan jika hati kita harus bersih sebelum memulai ibadah puasa. Karena pada dasarnya puasa tidak hanya harus bersih secara jasmani, tetapi rohani juga.
3. Menjaga Kesehatan tubuh
Persiapan yang paling penting dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan yaitu menjaga kesehatan tubuh. Karena di bulan Ramadhan ini kita diharuskan berpuasa selama beberapa jam. Jadi diperlukan kondisi tubuh yang fit agar lancar dalam berpuasa.
4. Mengganti Puasa yang Tertinggal
Selain kaum laki-laki, sahabat Nabi terdiri dari kaum wanita pula. Karena wanita mengalami haid, maka dia tidak bisa berpuasa satu bulan penuh saat bulan Ramadhan. Sehingga ia harus mengganti puasa yang tertinggal tersebut di bulan-bulan sebelum Ramadhan tiba.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu mengatakan :
Baca Juga: Doa-doa Para Sahabat Nabi Muhammad SAW Menjelang Ramadhan
كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ
“Kami dulu mengalami haidh. Kami diperintahkan untuk mengqodho (mengganti) puasa dan kami tidak diperintahkan untuk mengqodho’ shalat.”
5. Melakukan Amalan Baik sebanyak mungkin
Melakukan amalan baik tidak hanya bisa dilakukan saat bulan Ramadhan. Tetapi karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, kita harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Salah satu contoh amalan yang dilakukan oleh para Sahabat adalah puasa di bulan Sya’ban.
Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwasanya dia pertanya kepada Rasulullah,
“Ya Rasulullah! Saya tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan di banding bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban?”
Mendengarnya, Rasulullah pun menjawab, “Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan. Dia adalah bulan amalan-amalan di angkat menuju Rabb semesta alam. Dan saya suka jika amalanku diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa,”
6. Memantau Kemunculan Hilal
Kegiatan yang paling penting dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan yaitu memantau kemunculan hilal. Hal ini dilakukan untuk memastikan kedatangan Ramadhan. Pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui pergantian antara bulan Sya’ban dan bulan Ramadhan.
Dalam sebuah hadits disebutkan,
“Hitunglah (bilangan) bulan Sya’ban untuk (menentukan masuknya) bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)
7. Berserah diri kepada Allah
Cara terakhir yang bisa dilakukan untuk menyambut Ramadhan yaitu berserah diri. Para sahabat nabi di zaman dahulu memiliki pemahaman yang tinggi megenai Islam karena diajari secara langsung oleh Rasulullah. Bahkan ilmu tentang kematian dan kehendak Allah.
Itulah alasan para sahabat melakukan persiapan menjelang bulan ramadhan sebaik mungkin dengan harapan mereka bisa dapat menikmati kembali nikmatnya bulan Ramadhan. Selebihnya, saat setiap amalan sudah dilakukan, mereka berserah diri kepada Allah atas apapun yang akan terjadi di hari esok.
Demikianlah cara yang dilakukan sahabat nabi untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Semoga kita bisa dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










