Akurat

Dua Minggu Jelang Ramadhan, Sambut Bulan Suci dengan Cara Ini

Hadits Abdillah | 28 Februari 2024, 12:53 WIB
Dua Minggu Jelang Ramadhan, Sambut Bulan Suci dengan Cara Ini

AKURAT.CO Umat muslim seluruh dunia sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan. Di Indonesia sendiri, Muhammadiyah telah mengumumkan awal Ramadhan 1445 H yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2024.

Sedangkan pihak pemerintah akan melaksanakan sidang isbat penetapan awal Ramadhan pada 10 Maret 2024 mendatang.

Ramadhan menjadi bulan yang kehadirannya ditunggu-tunggu bagi seluruh umat muslim, sebab bulan ini merupakan bulan yang dipenuhi oleh berkah dari Allah SWT.

Selain itu, bulan Ramadhan juga menjadi sebuah momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Atas segala keutamaan serta keistimewaan bulan Ramadhan, umat muslim hendaknya menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh sukacita dan rasa gembira.

Dalam sebuah hadis, kedatangan bulan Ramadhan disebut sebagai kabar gembira yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabat.

Baca Juga: 7 Cara Sahabat Nabi Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan” (HR Ahmad).

Dalam hadis di atas, Nabi Muhammad SAW dengan jelas menyebut Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah. Secara lebih lanjut, Beliau juga menjelaskan mengenai keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan berupa dibukanya pintu-pintu surga serta ditutupnya pintu-pintu neraka.

Pada akhir hadis, Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam itu merujuk pada malam Lailatul Qadar yang kepastian waktunya dirahasiakan oleh Allah SWT.

Hadis ini kemudian menjadi suatu isyarat bagi seluruh umat muslim untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan sukacita dan penuh rasa gembira.

Baca Juga: Apa Itu Sidang Isbat Ramadhan? Ini 5 Negara di Dunia yang Melakukan Sidang Isbat

Dalam hadis lain, dikatakan bahwa puasa di bulan Ramadhan juga dapat menjadi amalan penebus dosa hingga datang bulan Ramadhan yang berikutnya. Hadis tersebut berbunyi:

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ

Artinya: "Jarak antara shalat lima waktu, shalat Jumat dengan Jumat berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar" (HR Muslim).

Bulan Ramadhan masih memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan, sehingga sudah seharusnya umat muslim bergembira atas datangnya bulan yang suci ini. Selain itu, umat muslim juga tentu saja harus menyiapkan diri sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi