Akurat

Bolehkah Debat Kusir dalam Mendukung Pilihan Politik?

Fajar Rizky Ramadhan | 8 Desember 2023, 09:04 WIB
Bolehkah Debat Kusir dalam Mendukung Pilihan Politik?

AKURAT.CO Debat adalah pertukaran argumen atau pendapat antara dua pihak atau lebih untuk mencapai pemahaman atau memenangkan suatu isu.

Tujuan debat bisa bermacam-macam, termasuk untuk meyakinkan, mengedukasi, atau memengaruhi pandangan orang lain.

Dalam debat, peserta menggunakan logika, fakta, dan keterampilan berbicara untuk memperkuat posisi mereka. Debat sering diadakan di berbagai arena, termasuk politik, pendidikan, dan diskusi umum.

Baca Juga: 3 Penghalang Terkabulnya Doa, Wajib untuk Dihindari!

Dalam sebuah riwayat, orang yang suka berdebat (tentu saja maksudnya adalah debat kusir) tidak akan diberikan jaminan masuk surga. 

Sebagai berikut;

عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَا زَعِيْمٌ بِبَيْتٍ فِيْ رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِيْ وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِيْ أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ. رواه ابوداود.

Artinya: "Dari Abu Umamah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat gurau. Dan aku juga menjamin rumah di surga yang paling tinggi bagi seseorang yang berakhlak baik.” (H.R. Abu Daud).

Debat kusir yang berkepanjangan, biasanya tidak akan menghasilkan solusi, namun justru melahirkan kebencian. Atas alasan inilah Islam melarang debat yang berkepanjangan yang tidak ada pangkal solusinya.

Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya berjudul Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah (Dar Al-Hawi, 1994, halaman 147) menjelaskan larangan debat berkepanjangan sebagai berikut:

Baca Juga: Mengenal 4 Gunung yang Pernah Disinggahi Para Nabi

 وعليك بالحذر من المراء والجدال فإنهما يوغران الصدور ويوحشان القلوب ويولِّدان العداوة والبغضاء فإن ماراك أوجادلك محِقٌّ فعليك بالقبول منه, لأن الحق أحق أن يتبع, أو مبطل فعليك بالإعراض عنه, لإنه جاهل والله تعالى يقول: "واعرض عن الجاهلين

Artinya: “Jangan sekali-kali melibatkan dirimu dalam perdebatan berkepanjangan, sebab hal itu akan mengobarkan kemarahan, merusak hati, menimbulkan permusuhan, dan membangkitkan kebencian. Apabila seseorang mendebatmu dengan suatu kebenaran, terimalah, sebab kebenaran selalu lebih patut diikuti. Apabila ia terus mendebatmu dengan suatu kebatilan, berpalinglah dan tinggalkan orang itu, sebab ia adalah seorang jahil, sedangkan Allah SWT telah berfirman, “Berpalingklah dari orang-orang jahil.”

Dari keterangan di atas debat kusir dalam memilih pilihan politik dilarang oleh agama. Islam mengajarkan untuk berdebat secar sehat berdasarkan data dan dalil yang sahih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.