Pentingnya Memiliki Kecerdasan Emosional Bagi Pemimpin, Agar Tidak Emosi dan Mudah Marah

AKURAT.CO Dalam dunia kepemimpinan, ada beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Salah satu sifat tersebut adalah kecerdasan emosional.
Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang untuk memahami dan mengelola emosinya sendiri serta emosi orang lain.
Pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional yang baik akan mampu mengelola emosinya dengan baik. Ia tidak akan mudah marah, kecewa, atau putus asa. Sebaliknya, ia akan tetap tenang dan rasional dalam menghadapi berbagai situasi.
Baca Juga: Bolehkah Non-Muslim Masuk Masjid untuk Keperluan Wisata?
Dikutip dari NU Online, menahan kemarahan sejatinya merupakan tanda karakter orang yang bertaqwa, yang dijanjikan surga yang luasnya sebesar langit dan bumi. Hal ini seperti dalam firman Allah SWT yang berbunyi:
وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ (١٣٣) اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّٓاءِ وَالضَّرَّٓاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ مِنَ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ(١٣٤)
Artinya: “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. Ali Imran 133-134).
Penting bagi seorang pemimpin memiliki kecerdasan emosional yang baik agar dapat menjalin hubungan yang positif dengan timnya.
Dengan kecerdasan emosional yang tinggi, pemimpin dapat memotivasi dan memahami anggota timnya, serta menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan menyenangkan.
Baca Juga: 5 Tempat Nongkrong Asik di Jakarta yang Pet Friendly
Terdapat beberapa sifat emosional yang harus dihindari seorang pemimpin, sifat-sifat emosional tersebut antara lain:
-
Emosi yang Meledak-ledak
Emosi yang meledek-ledak dapat menghambat kemampuan berpikir jernih dan mengakibatkan keputusan yang kurang tepat serta menyakiti orang lain.
-
Emosi Negatif
Emosi negatif seperti marah, benci, atau iri, karena hal itu mengganggu kerja sama dan cenderung menciptakan konflik serta memecah belah tim.
-
Emosi yang Tidak Stabil
Pentingnya menghindari emosi yang tidak stabil karena hal itu mengurangi tingkat kepercayaan dari orang lain dan membuat keputusan menjadi tidak konsisten.
Dengan demikian, penting bagi seorang pemimpin untuk mengelola emosinya dengan bijak, belajar untuk mengendalikan emosi, dan tidak membiarkan emosi tersebut menguasai dirinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










