Mengalahkan Argumen Lawan Debat dalam Islam: Harus Beretika dan Berlandas Pengetahuan

AKURAT.CO Saling menjatuhkan argumen lawan sangat memungkinkan terjadi dalam suatu ajang perdebatan. Meski begitu, hal ini bukanlah tujuan utama dari debat, melainkan harus dilakukan penuh etika dan berlandaskan pengetahuan sebagaimana diajarkan dalam Islam.
Pada hakikatnya, debat merupakan suatu ajang berdiskusi, memberikan argumen atau pendapat, serta bertukar pikiran antar sesama lawan untuk menemukan kesimpulan yang menjadi kesepakatan orang banyak.
Dalam Islam, melakukan debat diperbolehkan selama dilakukan untuk menjunjung kebenaran serta dilakukan dengan baik, beretika, serta berlandaskan fakta, bukan untuk merendahkan lawan debat ataupun merasa lebih benar atau lebih unggul dari yang lain.
Dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 125, disebutkan:
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Ud’u ilâ sabîli rabbika bil-ḫikmati wal-mau‘idhatil-ḫasanati wa jâdil-hum billatî hiya aḫsan, inna rabbaka huwa a‘lamu biman dlalla ‘an sabîlihî wa huwa a‘lamu bil-muhtadîn
Baca Juga: Bolehkah Perempuan Menjadi Vokalis Hadrah? Begini Jawaban Perspektif Islam
Artinya: “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk” (QS. An-Nahl:125).
Dilansir dari NU Online, Imam Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan mengenai 20 penyakit mulut pada manusia, yakni penyakit yang muncul dari keburukan lisan, salah satunya adalah mira dan jidal yang merupakan sikap adu bicara yang bukan untuk mencari kebenaran.
Mira dapat diartikan sebagai tindakan menyebutkan kekurangan lawan debat. Sementara jidal merupakan tindakan menjatuhkan dan merendahkan lawan debat dengan menyebut kekurangan dan kelemahannya dengan tujuan mengunggulkan diri sebagai pihak yang paling baik.
Baca Juga: Pentingnya Memiliki Kecerdasan Emosional Bagi Pemimpin, Agar Tidak Emosi dan Mudah Marah
Kedua sikap ini, baik mira dan jidal, dilarang hukumnya untuk dilakukan dalam mengalahkan argumen lawan debat karena dapat menimbulkan perpecahan dan permusuhan, serta tidak sesuai dengan tujuan awal debat, yakni mencari kesepakatan bersama.
Maka dari itu, mengalahkan argumen lawan debat tidak boleh dilakukan dengan menghalalkan berbagai cara untuk mengunggulkan diri sendiri dan merendahkan orang lain. Sementara Islam mengajarkan debat dilakukan dengan etika dan berlandas pengetahuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







