Takut Dioperasi Robot? Ini Jawaban Dokter untuk Pasien yang Masih Ragu Menjalani Bedah Robotik

AKURAT.CO “Dok, serem banget dioperasi sama robot.”
Pertanyaan seperti itu bukan hal asing bagi dr. Sita Ayu Arumi, Sp.OG, M.Sc. (Humrepro), FESICOG, MIGS, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Bunda Jakarta. Bagi sebagian pasien, istilah bedah robotik langsung memunculkan bayangan sebuah mesin yang bergerak sendiri di dalam tubuh.
Kekhawatiran tersebut sebenarnya berangkat dari satu miskonsepsi sederhana: pasien mengira robot yang melakukan operasi. Padahal, robot tidak mengambil keputusan klinis maupun menggerakkan instrumen secara mandiri. Dokter tetap berada di balik kendali dan menentukan setiap tindakan selama prosedur.
Apakah Robot Benar-Benar Mengoperasi Pasien?
Dalam bedah robotik, robot berfungsi sebagai alat bantu bagi dokter. Dokter mengendalikan instrumen dari sebuah konsol yang berada beberapa meter dari meja operasi.
Gerakan tangan dan jari dokter pada konsol diterjemahkan sistem menjadi gerakan instrumen robotik di dalam tubuh pasien. Artinya, robot tidak menentukan sendiri jaringan mana yang harus diangkat atau sejauh mana tindakan dilakukan.
Secara sederhana, mekanismenya dapat dipahami melalui beberapa poin berikut:
Dokter tetap mengambil keputusan klinis.
Dokter mengendalikan instrumen dari konsol.
Gerakan instrumen berasal dari kendali dokter.
Robot membantu menerjemahkan gerakan tersebut secara lebih stabil dan presisi.
Sistem menjalani pemeriksaan keamanan sebelum tindakan dimulai.
“Robot ini alat bantu, bukan pengambil keputusan. Semua gerakan di dalam tubuh pasien itu dokter yang kendalikan, dari awal sampai akhir tindakan,” jelas dr. Sita melalui catatan tertulis PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang diterima AKURAT.CO, dikutip Jumat, 18 September 2026.
Bahkan, menurut dia, ada cara sederhana untuk memahami siapa yang sebenarnya mengendalikan operasi tersebut.
“Kalau tangan saya diam, instrumennya juga diam,” kata dr. Sita.
Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi justru menjawab salah satu kekhawatiran terbesar pasien. Tidak ada robot yang tiba-tiba mengambil alih prosedur ketika dokter sedang melakukan operasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 7Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 8Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag






