Akurat Logo

Gen Z Mulai Melirik Emas, Kepemilikan Mencapai 41 Persen dalam Survei HSBC

Idham Nur Indrajaya | 18 September 2026, 19:22 WIB
Gen Z Mulai Melirik Emas, Kepemilikan Mencapai 41 Persen dalam Survei HSBC
Survei HSBC mencatat 41% investor Gen Z memiliki emas. Apa makna tren ini bagi investasi generasi muda? - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Emas tidak lagi hanya identik dengan aset warisan atau simpanan jangka panjang bagi generasi yang lebih tua. Di tengah perubahan lanskap investasi, logam mulia mulai mendapat tempat dalam portofolio investor muda, termasuk Gen Z.

Temuan HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026 menunjukkan bahwa 41% investor Gen Z yang menjadi responden survei memiliki emas. Angka tersebut menempatkan emas sebagai salah satu instrumen yang mulai diperhitungkan generasi muda dalam membangun dan mengembangkan kekayaan.

Survei HSBC menunjukkan bahwa 41% responden Gen Z dalam kelompok investor affluent dan high-net-worth memiliki emas. Temuan ini memperlihatkan bahwa emas mulai masuk ke dalam pilihan investasi generasi muda, meskipun angkanya tidak dapat dianggap sebagai gambaran kepemilikan emas seluruh Gen Z, terutama di Indonesia.

Baca Juga: HSBC: Ekonomi Indonesia 2026 Diperkirakan Tumbuh 5,2 Persen, Permintaan Domestik Jadi Kunci di Tengah Perlambatan Ekspor

Baca Juga: Apakah Ekonomi Indonesia 2026 Akan Melambat? Simak Hasil Riset HSBC

Kepemilikan Emas Gen Z Mencapai 41% dalam Survei HSBC

HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026 merupakan survei yang melibatkan hampir 10.000 investor affluent dan high-net-worth di 10 pasar global. Riset tersebut dilakukan untuk melihat perilaku, tujuan, serta preferensi investasi dari kelompok investor dengan kapasitas aset yang relatif besar.

Dalam laporan tersebut, emas tercatat sebagai aset yang banyak dimiliki oleh responden. Secara keseluruhan, emas menjadi produk investasi ketiga yang paling banyak dimiliki setelah saham dan asuransi.

Jika dilihat berdasarkan generasi, Gen Z mencatat tingkat kepemilikan emas sebesar 41%. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok milenial yang mencapai 40%.

Data tersebut menunjukkan bahwa emas bukan semata-mata instrumen yang dipertahankan oleh investor berusia lebih tua. Bagi sebagian investor muda dalam kelompok survei HSBC, emas telah menjadi bagian dari strategi pengelolaan kekayaan.

Namun, angka 41% perlu dibaca secara proporsional. Survei tersebut tidak menyasar seluruh Gen Z, melainkan investor berusia 21–69 tahun yang masuk kategori affluent dan high-net-worth.

Kelompok affluent dalam survei HSBC memiliki aset yang dapat diinvestasikan minimal USD100.000. Sementara itu, kelompok high-net-worth memiliki aset yang dapat diinvestasikan minimal USD2 juta.

Dengan karakteristik tersebut, responden survei HSBC tidak dapat dianggap mewakili kondisi finansial mayoritas Gen Z. Banyak anggota Gen Z secara umum masih berada pada tahap awal membangun pendapatan, dana darurat, serta portofolio investasi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.