Akurat

Dari NICU hingga Robotic Surgery, Begini Cara BMHS Memimpin Layanan Kesehatan Berkompleksitas Tinggi

Idham Nur Indrajaya | 26 November 2025, 16:47 WIB
Dari NICU hingga Robotic Surgery, Begini Cara BMHS Memimpin Layanan Kesehatan Berkompleksitas Tinggi

AKURAT.CO PT Bundamedik Tbk (BMHS – Bundamedik Healthcare System) memaparkan perkembangan kinerja dan arah strategis perusahaan dalam Public Expose Tahunan terbaru. Perusahaan menegaskan fokusnya pada layanan kesehatan berkompleksitas tinggi, terutama di bidang ibu dan anak, sembari memaksimalkan aset rumah sakit yang sudah ada demi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Strategi yang dijalankan sejak awal 2025 mulai menunjukkan dampak nyata. Pendapatan meningkat, margin semakin solid, hingga capaian profit yang melonjak tajam dari kuartal sebelumnya. Penguatan pada subspesialisasi medis, integrasi ekosistem layanan, serta inovasi bedah robotik menjadi fondasi utama yang menjaga momentum positif BMHS sepanjang 2025.


Kinerja Kuartal III 2025: Pendapatan Naik, Laba Melonjak Tajam

BMHS mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal ke kuartal sebesar 5%, atau mencapai Rp397 miliar pada Kuartal III 2025. Angka ini turut mendorong lonjakan laba bersih hingga 950% QoQ menjadi Rp13,6 miliar.

Margin EBITDA juga menunjukkan perbaikan signifikan, dari 13% di Kuartal II menjadi 17% di Kuartal III 2025. Setiap unit bisnis dalam ekosistem BMHS—mulai dari RS Bunda Group, Morula IVF Indonesia, hingga Diagnos Laboratorium—turut menyumbang kontribusi yang saling melengkapi.

President Director PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menegaskan bahwa strategi investasi dan fokus fundamental tersebut kini terlihat hasilnya. Ia menyampaikan,
“Pertumbuhan profitabilitas di Kuartal III 2025 tercatat solid. Layanan dengan tingkat kompleksitas tinggi menjadi keunggulan kompetitif BMHS dan berkontribusi pada peningkatan margin. Dengan memaksimalkan utilisasi aset yang ada, memperdalam subspesialisasi ibu dan anak, serta mengembangkan inovasi seperti layanan bedah robotik, kami melihat penguatan kualitas layanan sekaligus efektivitas operasional.”

Ia menambahkan bahwa konsistensi strategi sejak awal 2025 membuat perusahaan optimistis menutup tahun dengan pertumbuhan yang berkesinambungan.


Fokus pada Layanan Kompleks: Subspesialisasi Ibu–Anak, Transplantasi, hingga Bedah Robotik

Salah satu pilar utama pertumbuhan BMHS adalah penguatan layanan dengan tingkat kompleksitas tinggi. Layanan-layanan ini menjadi pembeda dan nilai tambah yang memperkuat daya saing perusahaan di industri kesehatan.

Sepanjang 2025, layanan seperti transplantasi ginjal, kanker, urologi, serta bedah robotik terus dikembangkan. Inovasi bedah robotik menjadi sorotan, terutama setelah RSU Bunda Jakarta berhasil melaksanakan prosedur robotic skin sparing mastectomy pertama di Asia Tenggara pada Agustus lalu.

Prosedur tersebut mengangkat jaringan kanker payudara sambil mempertahankan bentuk anatomi alami, menghadirkan alternatif yang lebih presisi dan meminimalkan trauma bedah. BMHS sendiri merupakan pioner bedah robotik di Indonesia sejak 2012, dan hingga kini telah melakukan lebih dari 800 prosedur robotik yang melibatkan dokter spesialis multidisiplin seperti obgyn, urologi, onkologi, THT, hingga bedah digestif.


Centers of Excellence (CoE) Ibu dan Anak Semakin Kuat

Penguatan layanan ibu dan anak menjadi strategi kunci yang terus diperluas. Centers of Excellence (CoE) Ibu dan Anak di jaringan RS Bunda Group saat ini melibatkan 193 dokter spesialis dan subspesialis, menjadikannya salah satu pusat layanan kesehatan maternal dan neonatal yang terdepan di Indonesia.

Kontribusi layanan ibu dan anak ini meningkat menjadi 51% dari total pendapatan rumah sakit, atau naik dari 48% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan berkompleksitas tinggi di bidang maternal dan neonatal semakin kuat.


Perluasan NICU RSIA Bunda Jakarta: Fasilitas Lebih Lengkap untuk Bayi Berisiko Tinggi

Pada 17 November 2025, bertepatan dengan World Prematurity Day, RSIA Bunda Jakarta meresmikan perluasan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Pembaruan ini mencakup:

  • penambahan jumlah inkubator,

  • peningkatan fasilitas dan teknologi penunjang,

  • serta kehadiran lebih banyak dokter subspesialis Neonatologi.

Dengan kapasitas 31 tempat tidur, NICU ini mampu menangani sekitar 250–300 bayi berisiko tinggi setiap tahun. Selain itu, RSIA Bunda Jakarta mengimplementasikan program Family Integrated Care (FICare), yang mendorong keterlibatan orang tua dalam proses perawatan bayi prematur, termasuk mendukung keberhasilan menyusui.

Ruang NICU yang lebih luas juga membantu orang tua menjalankan Perawatan Metode Kanguru (PMK)—kontak kulit langsung antara orang tua dan bayi—yang terbukti bermanfaat untuk perkembangan bayi prematur.


Ekspansi Kapasitas Rumah Sakit: Target 1.000 Tempat Tidur pada 2027

Untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan layanan, BMHS merencanakan ekspansi besar dalam dua tahun ke depan. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas tempat tidur dari 600 menjadi 1.000 pada periode 2026–2027.

Ekspansi ini tidak dilakukan dengan membangun rumah sakit baru, melainkan memaksimalkan aset yang sudah ada di lima rumah sakit utama yang berada di bawah RS Bunda Group. Pendekatan ini membuat ekspansi lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas layanan.


Sinergi Ekosistem BMHS Jadi Pendorong Pertumbuhan

Sejak awal 2025, BMHS menata ulang strategi fundamental dengan memperkuat kolaborasi antar anak usaha dan memperdalam fokus pada layanan kompleks. Sinergi antara rumah sakit, klinik fertilitas, hingga layanan laboratorium menjadi faktor penting dalam membentuk pengalaman kesehatan yang menyeluruh bagi pasien.

Menurut Agus Heru Darjono,
“Kinerja Kuartal III memperlihatkan hasil dari konsistensi kami dalam memperkuat fundamental dan sinergi strategis ekosistem BMHS. Momentum positif ini menjadi dasar yang kokoh bagi BMHS untuk terus memperluas kapasitas, meningkatkan kualitas layanan kompleks, serta memperkuat pertumbuhan secara berkesinambungan.”


Kesimpulan

Kinerja BMHS pada Kuartal III 2025 menunjukkan transformasi yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan angka, tetapi juga pada penguatan layanan berkompleksitas tinggi. Dari perluasan NICU, pengembangan pusat layanan ibu dan anak, hingga inovasi bedah robotik, BMHS semakin mempertegas perannya sebagai penyedia layanan kesehatan terdepan di Indonesia.

Kalau kamu ingin terus mengikuti perkembangan terbaru di sektor kesehatan, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Jangan Sampai Rumah Sakit Internasional Didominasi Tenaga Asing Akibat Standar Kita Tertinggal

Baca Juga: Takut Bentuk Payudara Berubah setelah Operasi Kanker? Teknologi Robotik dari RSU Bunda Bisa Jadi Solusi

FAQ

1. Apa itu BMHS (Bundamedik Healthcare System)?

BMHS adalah jaringan layanan kesehatan terintegrasi yang menaungi berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan, termasuk RS Bunda Group, Morula IVF Indonesia, dan Diagnos Laboratorium. Fokus utamanya meliputi layanan ibu dan anak, fertilitas, serta layanan medis berkompleksitas tinggi.


2. Bagaimana kinerja BMHS pada Kuartal III 2025?

BMHS mencatat peningkatan pendapatan sebesar 5% QoQ menjadi Rp397 miliar, dengan lonjakan laba bersih hingga 950% menjadi Rp13,6 miliar. Margin EBITDA juga meningkat dari 13% menjadi 17% di periode yang sama.


3. Apa faktor utama yang mendorong pertumbuhan BMHS di 2025?

Pertumbuhan didorong oleh penguatan layanan kompleks, pendalaman subspesialisasi ibu dan anak, inovasi seperti bedah robotik, serta pemaksimalan utilisasi aset rumah sakit yang sudah ada.


4. Apa saja bentuk layanan kompleks yang dikembangkan BMHS?

BMHS fokus pada layanan tingkat lanjut seperti transplantasi ginjal, onkologi, urologi, dan bedah robotik. Hingga saat ini, BMHS telah melakukan lebih dari 800 prosedur robotik sejak 2012.


5. Apa capaian terbaru BMHS di bidang bedah robotik?

Pada Agustus 2025, RSU Bunda Jakarta berhasil melakukan robotic skin sparing mastectomy pertama di Asia Tenggara, yaitu operasi pengangkatan jaringan kanker payudara sambil mempertahankan bentuk anatomi alami.


6. Apa yang dimaksud dengan Centers of Excellence (CoE) Ibu dan Anak?

CoE adalah pusat layanan ibu dan anak yang diperkuat dengan 193 dokter spesialis dan subspesialis di seluruh jaringan RS Bunda Group. Layanan ini menyumbang 51% dari pendapatan rumah sakit BMHS.


7. Bagaimana perkembangan NICU RSIA Bunda Jakarta?

RSIA Bunda Jakarta baru saja memperluas fasilitas NICU hingga 31 tempat tidur, menambah inkubator, serta menghadirkan lebih banyak dokter Neonatologi. NICU ini mampu menangani 250–300 bayi berisiko tinggi setiap tahun.


8. Apa itu program Family Integrated Care (FICare)?

FICare adalah pendekatan perawatan yang melibatkan orang tua secara aktif dalam pengasuhan bayi prematur di NICU, termasuk mendukung keberhasilan menyusui dan perawatan metode kanguru.


9. Apakah BMHS berencana menambah kapasitas rumah sakit?

Ya. BMHS menargetkan peningkatan kapasitas dari 600 menjadi 1.000 tempat tidur pada periode 2026–2027, dengan memaksimalkan aset lima rumah sakit di bawah RS Bunda Group.


10. Apa pesan utama dari Public Expose BMHS 2025?

BMHS menegaskan komitmennya pada penguatan layanan kesehatan berkompleksitas tinggi, pemaksimalan aset existing, serta sinergi antar anak usaha untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.