Obesitas Bukan Soal Penampilan, tapi Ancaman Penyakit Mematikan

AKURAT.CO Prevalensi obesitas di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 23,4 persen orang dewasa atau hampir 1 dari 4 penduduk hidup dengan obesitas.
Angka tersebut meningkat dibandingkan 2018 yang berada di level 21,3 persen.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan kondisi kesehatan serius yang berkaitan erat dengan berbagai penyakit tidak menular.
Menurutnya, obesitas menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke yang dapat menurunkan kualitas hidup masyarakat.
“Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Kesehatan itu bukan hanya urusan rumah sakit atau program pemerintah, tapi harus menjadi gerakan hidup sehat yang dimiliki setiap individu,” ujar Menkes Budi, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini terus mendorong upaya pencegahan obesitas melalui edukasi dan perubahan perilaku masyarakat, salah satunya dengan menghadirkan informasi nutrisi yang lebih mudah dipahami.
Menurut Budi, pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman penting agar masyarakat dapat menentukan pilihan konsumsi yang lebih sehat.
“Kita ingin masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Informasi gizi harus dibuat sederhana dan mudah dimengerti sehingga masyarakat bisa memilih makanan dan minuman yang lebih sehat,” katanya.
Selain menjaga pola makan, Menkes juga menekankan pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Ia berharap olahraga dapat menjadi budaya baru di tengah masyarakat.
Baca Juga: TNI Gelar Kesiapsiagaan di Sulawesi Utara, Dukung Pengamanan KTT ASEAN di Filipina
“Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement. Mau lari, jalan kaki, badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin,” tegasnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan edukasi kesehatan, konsultasi, hingga pemeriksaan kesehatan bagi peserta sebagai bagian dari kampanye peningkatan kesadaran terhadap bahaya obesitas.
Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, menyebut obesitas merupakan tantangan kesehatan global yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan tanpa stigma.
“Obesitas merupakan kondisi kesehatan yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan kesehatan. Penanganan obesitas membutuhkan upaya bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang.
“Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari serta penerapan pola hidup yang lebih sehat dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Kerja sama Indonesia dan Denmark di bidang kesehatan juga terus diperkuat melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI dan Novo Nordisk dalam mendukung pengendalian penyakit tidak menular, khususnya obesitas dan diabetes.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua negara berupaya mendorong edukasi kesehatan, inovasi layanan, dan penguatan gaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar










