Akurat

Angina Pectoris: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya agar Jantung Tetap Sehat

Redaksi Akurat | 9 Februari 2026, 20:45 WIB
Angina Pectoris: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya agar Jantung Tetap Sehat

AKURAT.CO Apakah Anda pernah merasakan nyeri dada tiba-tiba, kondisi yang biasanya muncul saat beraktivitas, beristirahat, atau disertai sesak napas, keringat dingin, dan pusing? Kondisi ini dikenal dengan Angina Pectoris.

Angina Pectoris merupakan kondisi nyeri dada akibat otot jantung tidak mendapat suplai darah yang cukup, biasanya karena penyempitan atau penyumbatan pembuluh arteri di jantung. Kondisi ini juga disebut sebagai “angin duduk.”

 Baca Juga: Doa Agar Terhindar dari Angin Duduk

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab kondisi ini adalah penyakit jantung koroner, yaitu pembuluh darah arteri ke jantung menyempit atau tersumbat karena penumpukan plak. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  1. Merokok
  2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  3. Kolesterol LDL tinggi/trigliserida tinggi
  4. Diabetes
  5. Obesitas, kurangnya melakukan aktivitas fisik.
  6. Usia (lebih tua) dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung

Gejala Angina Pectoris

  1. Rasa nyeri atau tekanan di dada bagian depan, terasa tertindih, terbakar, ditusuk, atau sesak.
  2. Nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung.
  3. Keringat dingin meski tidak dalam kondisi panas, mual, lelah, sesak napas, pusing.

Jenis-jenis Angina Pectoris

  1. Angina Stabil - Muncul saat aktivitas fisik atau stres, dan membaik saat istirahat
  2. Angina Tak Stabil - Muncul saat istirahat, intensitas lebih berat, durasi lebih lama
  3. Angina Prinzmetal - Disebabkan oleh kejang arteri koroner, muncul saat istirahat atau malam hari

 Baca Juga: Mengenal Penyakit Angin Duduk: Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahannya

Pemeriksaan & Diagnosa

  1. Elektrokardiogram untuk mengecek aliran listrik jantung
  2. Ekokardiografi untuk melihat otot jantung dan bagian yang kurang aliran darah
  3. Treadmill untuk melihat kerja jantung saat beraktivitas
  4. Kateterisasi jantung, CT scan, atau pemindaian nuklir untuk mengecek penyempitan arteri koroner

Pengobatan & Penanganan

  1. Obat-obatan seperti pengencer darah (aspirin, clopidogrel), obat pelebar pembuluh darah (nitrat), penghambat beta (beta-blocker).
  2. Pemasangan ring, atau operasi bypass jantung.
  3. Berhenti merokok, olahraga teratur, mengatur pola makan, mengontrol berat badan, mengelola stres.

Komplikasi & Pentingnya Tindakan Dini

Jika angina yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner tidak ditangani, maka akan berkembang menjadi serangan jantung yang mengancam nyawa. Oleh karena itu, segera konsultasi ke dokter jika muncul nyeri dada yang tidak wajar atau berkepanjangan.

Pencegahan Angina Pectoris

  1. Berhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol
  2. Olahraga teratur dan menjaga berat badan ideal
  3. Pola makan sehat, perbanyak buah, sayur, gandum
  4. Kontrol tekanan darah, kolesterol, gula darah secara rutin
  5. Kelola stres dan jaga kesehatan mental

Angina Pectoris tidak hanya sekadar nyeri dada biasa. Namun, kondisi ini merupakan sinyal tubuh bahwa jantung tidak mendapat aliran darah dan oksigen yang cukup.

Dengan mengenali gejala, memahami penyebabnya, serta menjalankan pemeriksaan dan perubahan gaya hidup sejak dini, maka akan mengurangi risiko komplikasi berat.

Segera konsultasi ke dokter jika mengalami nyeri dada yang tidak wajar, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit jantung.

Marina Yeremin Sindika Sari (Magang)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.