Akurat

Lantai Cepat Berdebu Meski Sering Disapu, Ini Penyebab yang Kerap Tak Disadari di Rumah

Eko Krisyanto | 27 Januari 2026, 17:18 WIB
Lantai Cepat Berdebu Meski Sering Disapu, Ini Penyebab yang Kerap Tak Disadari di Rumah

AKURAT.CO Membersihkan lantai sudah menjadi rutinitas banyak orang. Setiap pagi atau sore, sapu diayunkan, debu dikumpulkan, lantai kembali terlihat bersih. Namun anehnya, belum genap satu hari berlalu, debu kembali muncul.

Permukaan lantai terasa kasar saat diinjak, sudut ruangan mulai tampak kusam, dan perabot kembali dilapisi partikel halus berwarna abu-abu.

Fenomena lantai cepat berdebu meski sering disapu ini bukan sekadar soal malas bersih-bersih.

Banyak faktor tersembunyi yang membuat debu terus datang, bahkan ketika penghuni rumah merasa sudah melakukan perawatan rutin. Kondisi ini umum terjadi di kawasan perkotaan, rumah padat penduduk, hingga hunian dengan ventilasi terbuka.

Baca Juga: Riset FMIPA UI: Segel Botol Le Minerale Terbukti Lindungi dari Debu, Bakteri, dan Jamur

Lalu, apa sebenarnya yang membuat debu seolah tak pernah habis?

Salah satu kesalahan paling umum saat membersihkan lantai adalah cara menyapu yang kurang tepat.

Sapu dengan serat kasar atau sudah mengembang sering kali hanya mengangkat debu ke udara, bukan benar-benar mengeluarkannya dari rumah. Debu yang terangkat ini akan kembali turun beberapa menit kemudian dan menempel di permukaan lantai atau perabot.

Kondisi ini makin terasa pada lantai keramik atau granit yang permukaannya licin.

Alih-alih tersapu keluar, partikel debu justru menyebar dan berpindah ke sudut-sudut ruangan yang jarang tersentuh.

Sumber Debu Datang dari Banyak Arah

Debu di lantai tidak selalu berasal dari dalam rumah. Pintu dan jendela yang sering terbuka menjadi jalur masuk utama partikel debu dari luar.

Angin membawa tanah kering, polusi jalanan, hingga serbuk halus dari aktivitas sekitar rumah.

  • Perabot kain, seperti sofa, karpet, dan gorden yang jarang dibersihkan
  • Dinding dan langit-langit, yang sering luput dari perhatian
  • AC atau kipas angin, terutama jika filternya kotor
  • Aktivitas penghuni, mulai dari berjalan kaki, membuka-tutup pintu, hingga menggoyangkan perabot

Artinya, meski lantai disapu setiap hari, selama sumber debu masih aktif, lantai akan terus terlihat kotor.

Baca Juga: Samsung Kenalkan Penyedot Debu Nirkabel Bespoke AI Jet Ultra, Simak Keunggulannya

Mengepel Tanpa Membilas Justru Mengundang Debu

Banyak orang mengira mengepel lantai dengan cairan pembersih sudah cukup. Padahal, sisa cairan pel yang tidak dibilas bersih justru meninggalkan lapisan lengket tipis di lantai. Lapisan inilah yang membuat debu lebih mudah menempel.

Tak sedikit kasus lantai terlihat bersih sesaat setelah dipel, tetapi cepat kusam hanya dalam hitungan jam. Ini biasanya terjadi karena air pel sudah keruh atau cairan pembersih digunakan berlebihan tanpa dibilas ulang.

Hewan Peliharaan dan Debu Tak Terlihat

Bagi pemilik hewan peliharaan, lantai berdebu bisa menjadi masalah harian. Bulu rontok, serpihan kulit, dan kotoran mikro dari hewan menjadi bagian dari debu rumah. Partikel ini sangat halus dan sering lolos dari sapuan biasa.

Tanpa perawatan rutin pada hewan dan area tempat mereka beraktivitas, debu akan terus muncul meski lantai rajin dibersihkan.

Apakah Robot Pembersih Lebih Efektif dari Manusia?

Dalam beberapa tahun terakhir, robot vacuum cleaner semakin populer sebagai solusi lantai berdebu. Perangkat ini bekerja dengan menyedot debu secara konsisten, bahkan di kolong sofa dan sudut sempit yang sering terlewat saat menyapu manual.

Robot pembersih unggul dalam hal:

  • Menyedot debu halus, bukan hanya memindahkannya
  • Membersihkan area sulit dijangkau
  • Bekerja rutin tanpa bergantung pada tenaga manusia

Namun, robot tetap memiliki keterbatasan. Ia tidak membersihkan debu di dinding, perabot tinggi, atau gorden. Robot juga tidak menggantikan pel basah yang dibutuhkan untuk mengangkat noda lengket.

Artinya, robot pembersih bukan pengganti manusia sepenuhnya, melainkan pelengkap.

Kombinasi sapu manual, pel yang benar, dan robot penyedot debu justru lebih efektif menjaga lantai tetap bersih lebih lama.

Cara Mencegah Lantai Cepat Berdebu

Agar lantai tidak cepat kembali kotor, beberapa langkah berikut bisa dilakukan:

  • Gunakan sapu atau alat pembersih yang mampu menangkap debu, bukan hanya menyebarkannya
  • Pel lantai dengan air bersih dan bilas hingga tidak licin
  • Bersihkan sumber debu lain seperti gorden, sofa, dan filter AC
  • Batasi pintu dan jendela terbuka saat cuaca berdebu
  • Gunakan alas kaki khusus di dalam rumah
  • Manfaatkan robot vacuum untuk perawatan rutin harian

Membersihkan Bukan Sekadar Sering, Tapi Tepat

Lantai yang cepat berdebu sering kali bukan tanda rumah kotor, melainkan cara membersihkan yang kurang tepat dan sumber debu yang belum tertangani.

Menyapu setiap hari tanpa mengatasi akar masalah hanya akan membuat debu terus kembali.

Dengan memahami dari mana debu berasal dan bagaimana cara menanganinya, kebersihan rumah bisa bertahan lebih lama, dan waktu membersihkan pun jadi lebih efisien.

Mutiara MY (Magang)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R